Mayoritas Warga Masih BABS di Sungai

Caption- JAMBAN. BTMMD Reguler Ke-110 TA. 2021 Kodim 0707/Wonosobo membangun jamban di empat titik Desa Gemblengan untuk memberikan contoh sekaligus sosialisasi pentingnya hidup bersih dan sehat.

MAGELANGEKSPRES.COM,GARUNG – Mayoritas warga Desa Gemblengan Kecamatan Garung masih BABS di sungai, padahal desa tersebut merupakan salah satu desa yang menjadi kawasan resapan air di kaki Gunung Sindoro.
Berkaitan dengan hal tersebut, TMMD Reguler Ke-110 TA 2021 Kodim 0707/Wonosobo membangun jamban di empat titik Desa Gemblengan untuk memberikan contoh sekaligus sosialisasi pentingnya hidup bersih dan sehat.
“Masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki jamban sehat. Mungkin baru sekitar 30 persen yang memiliki jamban. Melalui pembangunan jambanisasi ini, masyarakat diharapkan mau merubah kebiasaan BAB sembarangan menjadi terbiasa hidup sehat,” ungkap Satgas TMMD reguler, Serma Andy.
Menurutnya, sebagian masyarakat di kawasan ini yang menjadikan sungai dan kolam sebagai tempat untuk buang hajat. Tentu hal ini sangat berbahaya, karena akan akan menjadi sumber penyakit dan lingkungan menjadi tidak sehat.
“Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan dan kebiasaan ini harus kita rubah, salah satunya dengan kita bangunkan jamban,” tegasnya.
Komandan kodim 0707 Letkol CZI Wiwit Wahyu Hidayat mengemukakan bahwa sasaran program TMMD kali ini selain peningkatan sarana dan prasarana di wilayah, peningkatan pelayanan kesehatan dan lingkungan tidak kalah penting yakni memasyarakatkan teknologi tepat guna di daerah sasaran untuk menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat yang mandiri di daerah.
Selain itu untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk berbudaya gotong-royong dan berpartisipasi aktif membangun wilayahnya sendiri. Meningkatkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta kesadaran bela negara. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berbudaya disiplin dan tertib hukum dalam rangka meningkatkan stabilitas keamanan.
Sementara itu, Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo menegaskan, sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD seperti ini menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.
“Program TMMD inilah bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan, serta kegotong royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan kita hari ini,” ujarnya
Dijelaskan, TMMD sebagai upaya mengatasi kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan daulat pangan dan energi, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara baik, memberantas narkoba, memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme, tidak mungkin hanya mengandalkan peran pemerintah pusat saja, TNI/Polri saja, atau pemerintah paerah saja.
“Semua mesti keroyokan, dan semua mesti bersinergi serta bekerjasama bersama rakyat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” tandasnya. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Imbas Covid-19, Pendapatan Daerah Wonosobo Diestimasikan Turun Rp15 Miliar