Mau Di-BAP, Empat Korban Penganiayaan di Salatiga Belum Diizinkan Pulang

Mau Di-BAP, Empat Korban Penganiayaan di Salatiga Belum Diizinkan Pulang
Juru bicara kuasa hukum korban dugaan tindak penganiayaan oleh oknum anggota TNI di Salatiga, Totok Cahyo Nugroho. Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Juru bicara kuasa hukum korban dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI di Salatiga, Totok Cahyo Nugroho menyebut bahwa empat korban luka atas insiden tersebut kini masih belum memperoleh izin untuk pulang karena masih harus mengikuti agenda konfrontir atas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh pihak Denpom IV/3 Salatiga.

Menurutnya, agenda konfrontir keterangan BAP para saksi korban sendiri rencananya akan digelar pada Rabu (14/9/2022) mendatang.

“Masih ada agenda konfrontir keterangan BAP sendiri dilakukan oleh pihak Denpom IV/3 Salatiga untuk menyamakan persepsi atas keterangan yang telah diberikan oleh para saksi korban. Sehingga mereka masih belum dapat izin pulang ke Temanggung dan saat ini posisinya berada di RST dr.Asmir Salatiga,” jelasnya, Senin (12/9/2022).

Keempat saksi korban yang dimaksud ialah Ali Akbar Inung Rafsanjani (20) warga Ngumbulan RT 03 RW 03, Kelurahan Candimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Yahya (22) , Karyawan Percetakan Surya warga Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Ari Suryo Saputro (23) warga Munding Kidul Kundisari RT 04 RW 06, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Arif Fahrurrozi (22) warga Parakan Temanggung RT 03 RW 02, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Saat insiden terjadi, keempatnya bersama korban meninggal dunia atas nama Argo Wahyu Pamungkas (32), warga Dusun Bugen, Desa Geblog, Kecamatan Kaloran tengah berada di Salatiga untuk melakukan pekerjaan pemasangan neon box pesanan salah satu perusahaan. (riz)