Masyarakat Wonosobo Diminta Waspadai Hujan Deras Disertai Angin Kencang

HUJAN. Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Watumalang, memicu satu unit bangunan gudang di Desa Bumiroso ambrol.
HUJAN. Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Watumalang, memicu satu unit bangunan gudang di Desa Bumiroso ambrol.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Masyarakat Wonosobo diimbau untuk tingkatkan kewaspadaan terkait munculnya cuaca ekstrim, berupa hujan lebat disertai angin kencang. Pasalnya cuaca ekstrim yang terjadi sejak dua pekan ini telah mengakibatkan longsor dan juga rusaknya atap rumah.

“Kami minta masyarakat untuk waspada, amati kondisi lingkungan sekitar, termasuk kondisi rumah, cuaca ekstrim berupa hujan deras disertai angin kencang akan terjadi hingga akhir bulan ini,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, kemarin.

Menurutnya, dampak dari hujan deras disertai angin kencang telah mengakibatkan longsor. Diantaranya di kampung Sitiung Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo, akibatnya dua keluarga diungsikan. Longsor mengakibatkan akses jalan kampung terputus dan dua rumah rusak.

Sedangkan di Dusun Pungangan Jurang Desa Pungangan Mojotengah, longsor dengan ketinggian 4 meter yang dipicu oleh hujan deras dan angin kencang telah menimpa satu unit rumah dan warung. Akibatnya, pemilik warung menderita kerugian hingga 15 juta rupiah.

Longsor juga terjadi di Dusun Karangrejo Desa Dempel Kecamatan Kalibawang, bagian dapur rumah milik warga hancur setelah tertimpa material longsor saat hujan deras menerpa kawasan tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun pemilik rumah menderita kerugian puluhan juta dan akses jalan kampung tertutup.

Sementara itu, di Dusun Siwatu Desa Bumiroso Kecamatan Watumalang, satu unit bangunan gudang, ambrol setelah diterpa hujan deras. Hal tersebut terjadi setelah wilayah kecamatan diterpa hujan deras selama lebih dari 3 jam. Tidak ada korban. Pemilik gudang menderita kerugian hingga Rp15 juta.

Terbaru, akibat hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Kalikajar telah mengakibatkan satu unit rumah di Dusun Ngadisari Kelurahan Kalikajar, kehilangan atap rumahnya, lantaran diterjang angin kencang. Tidak ada korban jiwa, namun pemilik rumah terpaksa diungsikan karena rumah belum bisa digunakan.

“Rentetan peristiwa itu menunjukkan bahwa kawasan wilayah Kabupaten Wonosobo cukup rentan dengan kejadian longsor dan angin puting beliung. Bahkan menjadi zona merah bencana di level Jateng,” katanya.

Menurutnya, BPBD bersama dengan tim relawan, aparat dan pemerintah desa serta kecamatan akan senantiasa berkolaborasi dalam penanganan bencana alam di Wonosobo, namun upaya deteksi dini dan kewaspadaan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk antisipasi jatuhnya korban. (gus)