Masuk Taman Kyai Langgeng, Pengunjung Tak Perlu Aplikasi PeduliLindungi

SIMULASI. Perusahaan Daerah Objek Wisata Taman Kyai Langgeng Kota Magelang menggelar simulasi tahap pertama pembukaan tempat wisata itu, belum lama ini. (foto : IST/magelang ekspres)
SIMULASI. Perusahaan Daerah Objek Wisata Taman Kyai Langgeng Kota Magelang menggelar simulasi tahap pertama pembukaan tempat wisata itu, belum lama ini. (foto : IST/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COMObjek Wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang telah melaksanakan simulasi pembukaan bagi wisatawan setelah status PPKM Kota Magelang berada di level 3. Simulasi tahap pertama sudah dilakukan pada Jumat (17/9) lalu oleh segenap tim dari berbagai elemen.

Direktur Utama Taman Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto mengatakan, simulasi sudah dilakukan oleh tim dari Disporapar, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Polsek Magelang Tengah. Termasuk dari Bagian Perekonomian Setda Kota Magelang, Lurah Kemirirejo, dan Camat Magelang Tengah.

“Simulasi ini sebagai kesiapan kita sebelum TKL dibuka untuk pengunjung. Simulasi kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi pengunjung yang masuk ke kawasan wisata,” katanya, Senin (20/9).

Dia menjelaskan, simulasi dimulai dari awal pintu masuk wisata. Di titik itu terdapat imbauan penerapan prokes secara tertulis berupa poster. Kemudian secara lisan melalui pengeras suara dari petugas yang mengingatkan pengunjung untuk menerapkan prokes yang ketat.

“Pengunjung wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan cek suhu di pintu loket. Baru kemudian bisa masuk ke dalam area wisata dengan tetap menerapkan prokes ketat, seperti jaga jarak dan memakai masker. Kita juga sediakan wastafel di tiap wahana dan titik strategis,” jelasnya.

Marketing Taman Kyai Langgeng, Sulaiman menambahkan, pada simulasi itu pengunjung tidak harus melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi milik pemerintah. Sebab, TKL belum ditunjuk oleh Pemprov atau Pemerintah Pusat terkait pemakaian aplikasi tersebut.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan ke pusat, tapi belum ada petunjuk sehingga untuk sementara pengunjung cukup menunjukan kartu vaksin. Pengunjung dibatasi bagi usia di atas 12 tahun saja,” jelasnya.

Untuk dapat melayani pengunjung, katanya, perlu ada simulasi tahap kedua. Tahap kedua ini lebih kepada pemantapan dengan melihat hasil dari simulasi tahap pertama. Adapun hasil dari tahap pertama, pengelola TKL diminta melengkapi imbauan secara tertulis di area dalam wisata.

Artikel Menarik Lainnya :  Uji KIR Dishub Kota Magelang Lampui Target PAD, Simak Tipsnya…

“Dari simulasi pertama, kita sudah memenuhi syarat. Hanya saja, kita perlu menambah poster imbauan secara tertulis. Setelah simulasi kedua nanti lihat hasilnya. Kalau mendapat rekomendasi dari Satgas, maka kita bisa menerima kunjungan wisatawan,” ungkapnya. (wid)