Masuk PPKM Level 3, Wonosobo Segera Lakukan PTM Terbatas

SIMULASI. Sejumlah siswa tengah menjalani simulasi masuk sekolah dengan protokol kesehatan ketat
SIMULASI. Sejumlah siswa tengah menjalani simulasi masuk sekolah dengan protokol kesehatan ketat

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkab Wonosobo menerbitkan Instruksi nomor 1372 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, yang mengatur aktivitas warga masyarakat dalam masa pandemi Covid-19.

Instruksi yang terbit pada Rabu (1/9) tersebut, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 38 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali.

“Instruksi mulai berlaku per tanggal 31 Agustus sampai 6 september 2021 mendatang, dan sesuai dengan instruksi tersebut, Kabupaten Wonosobo bersama 21 Kabupaten Kota di Jawa Tengah ditetapkan sebagai daerah level 3 sehingga diperbolehkan untuk melonggarkan sejumlah kebijakan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran virus corona,” tutur Sekda One Andang Wardoyo saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (2/9).

Menurutnya, dari instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2021 ini, setidaknya ada beberapa hal yang mungkin telah ditunggu-tunggu oleh publik, diantaranya adalah diizinkannya pembelajaran tatap muka (PTM) bagi sekolah-sekolah di daerah level 3.

Bagi sekolah yang hendak membuka kelas untuk pembelajaran tatap muka terbatas, Sekda menyebut ada maksimal kapasitas ruang yaitu 50 %, sesuai Surat Keputusan bersama Menteri Pendidikan, Menteri Agama, dan Mendagri Nomor 03/KB/2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

“Jadi misalkan satu ruang kelas berkapasitas 30 siswa, maka maksimal siswa yang diperbolehkan mengikuti PTM adalah 15 orang, agar tetap bisa menerapkan Protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan penularan COVID-19,” terangnya.

Lebih lanjut terkait hal itu, menurut Sekda akan diatur secara lebih rinci melalui koordinasi dengan sekolah-sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten.

Artikel Menarik Lainnya :  Hindari Longsor Susulan, Warga Diminta Waspada

Selain tentang PTM terbatas, dalam Instruksi Bupati tersebut Andang juga menyampaikan bahwa untuk layanan sektor esensial pada lingkup pemerintahan yang memberikan pelayanan publik masih diberlakukan 50 % maksimal staf work from office (WFO) dan tetap menerapkan Prokes secara ketat.

“Kemudian untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang melayani penjualan kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB,” bebernya.

Pembatasan waktu operasional hingga pukul 21.00 WIB, menurutnya juga masih diterapkan pada warung makan/ warteg, PKL sampai lapak jajanan yang diizinkan buka dengan prokes serta maksimal waktu makan bagi pengunjung adalah 30 menit.

“Khusus bagi restoran atau rumah makan dan café yang berada di gedung atau toko tertutup, masih diberlakukan wajib delivery/ take away atau tidak diperbolehkan makan di tempat alias dine-in,” tandasnya.

Menyambut terbitnya Instruksi Bupati, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Eko Suryantoro menegaskan telah menyiapkan skema sosialisasi terkait instruksi Mendagri maupun Instruksi Bupati melalui media-media yang mudah dijangkau publik.

“Kami berupaya mengoptimalkan media elektronik radio, kanal media sosial resmi, hingga media-media massa dan elektronik lainnya demi tetap terjaganya kesadaran masyarakat terhadap potensi penularan COVID-19,” tegasnya. (gus)