Masuk Bulan Ramadan, Wisatawan ke Kota Magelang Masih Tetap Ramai

NORMAL. Di bulan Ramadan, kunjungan ke TKL Ecopark tetap normal seperti biasa.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
NORMAL. Di bulan Ramadan, kunjungan ke TKL Ecopark tetap normal seperti biasa.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Selama bulan Ramadan 1443 H, objek-objek wisata di Kota Magelang tetap beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan. Meski relatif sedikit, pengunjung tetap antusias berkunjung.

Salah satunya di Kebun Raya Gunung Tidar. Di sana, pengunjung yang naik ke puncak untuk berwisata masih cukup banyak.

”Kami tetap beroperasi seperti biasa, tidak ada pembatasan. Kunjungan juga tetap ada, terutama di waktu pagi dan sore hari. Mungkin kalau sore hari sekalian ngabuburit,” kata Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar Yhan Noercahyo Wibowo, Rabu (6/4).

Dia menjelaskan, pengunjung mayoritas dari kalangan keluarga dan berasal dari wilayah Magelang Raya. Berbeda dibanding menjelang Ramadan lalu, tingkat kunjungan naik signifikan dan didominasi warga luar daerah.

”Menjelang puasa kemarin pengunjung naik signifikan. Total kunjungan mencapai 91.579 orang, angka ini naik dari bulan Februari yang sebanyak 24.264 orang dan bulan Januari 24.777 orang. Masuk puasa kunjungan turun, tapi nanti libur lebaran kami perkirakan meningkat lagi,” jelasnya.

Sama halnya dengan objek wisata Taman Kyai Langgeng Ecopark yang di bulan Puasa ini tetap membuka kunjungan wisatawan. Bahkan, guna menarik perhatian pengunjung diluncurkan program diskon tiket masuk.

”TKL Ecopark tetap buka selama bulan puasa. Kita diskon tiket masuknya jadi Rp18 ribu dari harga normal Rp24 ribu (weekdays) khusus sampai tanggal 29 April. Lalu harga Rp30 ribu khusus tanggal 30 April sampai 1 Mei dan di momen libur lebaran kita naikkan jadi Rp35 ribu (2-11 Mei) atau istilahnya tuslah,” jelas Dirut TKL Ecopark, Arif Taat Ujiyanto.

Taat menyebutkan, Lebaran tahun ini dinilai merupakan momen yang tepat untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata setelah sekitar dua tahun ini dihantam pandemi Covid-19. Ia pun memperkirakan tingkat kunjungan akan naik signifikan di tahun ini.

”Kita yakin wisatawan pun akan berbondong-bondong liburan ke tempat-tempat wisata saat momen lebaran nanti, termasuk ke TKL. Kemarin menjelang bulan Puasa saja sudah meningkat kunjungannya, karena ada pelonggaran setelah kasus Covid-19 melandai,” paparnya.

Tak berbeda juga dilakukan pengelola Museum BPK RI Kota Magelang yang tetap membuka kunjungan di bulan Ramadan ini. Meskipun tak sebanyak yang lain, tapi setidaknya masyarakat sudah bisa mengunjungi secara langsung lagi museum ini.

”Bulan puasa tetap melayani kunjungan, meski sampai sekarang belum banyak dan belum ada tamu rombongan yang reservasi sebelumnya. Kami juga akan buat program Ramadan Ceria Bersama Museum BPK, semacam charity yang mana kita akan mengajak buka puasa bersama anak pondok pesantren di museum,” ujar Kepala Museum BPK RI Kota Magelang, Dicky Dewarijanto.

Namun sayangnya, museum dengan koleksi benda-benda bersejarah seputar BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) ini tutup pada saat libur lebaran.

”Libur lebaran kita tutup, karena pegawainya mengikuti jadwal cuti lebaran. Setelah itu kita buka lagi,” ungkapnya. (wid)