Masuk 10 Kota Tertua, Pemkot Magelang Serius Garap Wisata Heritage

PERTAMA. Museum Bumiputera Jalan A Yani, Kota Magelang, memiliki rekam sejarah perusahaan asuransi pertama di Indonesia.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PERTAMA. Museum Bumiputera Jalan A Yani, Kota Magelang, memiliki rekam sejarah perusahaan asuransi pertama di Indonesia.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kota Magelang menjadi salah satu 10 kota tertua di Indonesia. Pada 11 April lalu, Kota Magelang baru saja merayakan Hari Jadi ke-1116. Tidak hanya menjadi kota tua, rupanya Kota Magelang juga kaya akan bangunan-bangunan tua yang masuk kategori cagar budaya. Rencananya, potensi itu akan dikembangkan menjadi wisata heritage.

“Kota Magelang sangat potensial memiliki wisata Kota Tua. Selain karena usia kotanya yang memang tua, Magelang juga punya kekayaan warisan budaya, bangunan, hingga catatan bersejarah. Ini yang perlu kita kembangkan,” kata Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, kemarin.

Ia merasa, tidak mustahil, Kota Magelang ke depan berkembang menjadi kota kelas dunia dengan kawasan heritage dan cagar budaya yang masih lestari. Adanya heritage justru diyakini mampu menarik perhatian orang untuk datang ke Kota Sejuta Bunga.

Dia juga meminta, jajarannya pandai memanfaatkan momen dengan berkolaborasi aktif bersama daerah lain. Satu hal yang urgen, lanjutnya, adalah memanfaatkan potensi kawasan strategis pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

“Kita harus memanfaatkan peluang ini dengan baik. Bagaimana caranya setelah wisatawan ke Borobudur, merasakan hal yang belum lengkap kalau belum ke Kota Magelang,” tuturnya.

Kepala Bappeda Kota Magelang, Handini Rahayu menuturkan, Kota Magelang memiliki ketertarikan tersendiri terutama dalam sejarah. Satu hal yang bisa menjadi unggulan adalah heritage.

“Kalau berbicara sumber daya alam (SDA), tentu Kota Magelang tidak memiliki banyak dibandingkan dengan daerah lain. Namun, satu hal yang bisa menjadi wisata unggulan yakni wisata sejarah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan mengedepankan wisata sejarah di Kota Magelang dapat memberikan warna baru. Hal ini akan meningkatkan layanan kepada wisatawan dengan banyaknya varian yang dapat dipilih.

“Jadi, wisatawan yang datang ke Magelang itu, tidak hanya ingin datang ke Candi Borobudur. Namun juga berkenan mengunjungi peninggalan sejarah di Kota Magelang seperti museum hingga gedung peninggalan Belanda,” ujarnya.

Menurutnya, program wisata heritage sudah lama direncanakan namun masih perlu persiapan yang lebih baik. Terkait heritage sebenarnya sudah lama diwacanakan.

“Perlu dukungan dari instansi lain terutama Disporapar, Dinas Pendidikan dan Kebudayan, serta OPD lain, untuk bersama-sama memanfaatkan peluang usia kota kita yang sudah tua,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih menjelaskan, strategi promosi yang tepat menjadi langkah awal memasarkan Kota Magelang lewat potensi berupa wisata heritage.

“Setiap kali ada kegiatan, langsung kita kenalkan kepada para pengusaha, pelaku usaha, kalau kita berada di luar daerah itu yang kita jual ya promosi wisatanya. Tidak cuma TKL, tapi wisata heritage, museum, dan lainnya. Mereka kaget, ternyata Kota Magelang itu kota tua, yang punya nilai sejarah sangat tinggi,” ungkapnya.

Wacana pengembangan wisata heritage pun mendapat dukungan dari kalangan DPRD Kota Magelang. Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang YIG Marjinugroho mendukung wacana pengembangan wisata dengan mengangkat tema heritage.

“Terlebih Kota Magelang punya banyak sekali museum dan bangunan-bangunan sarat sejarah, yang sangat cocok untuk wisata edukasi bagi generasi masa depan,” ungkapnya.

Namun demikian, dirinya meminta agar Pemkot Magelang turut membentuk Tim Ahli Cagar Budaya di Kota Magelang. Dengan adanya Tim Ahli, maka keberadaan wisata heritage, aset-aset, dan potensi yang ada di dalamnya dapat terjaga secara rapi.

“Tim Ahli itu bisa berasal dari akademisi, budayawan, seniman, pemerhati sejarah, dan lain sebagainya dilibatkan. Jadi, tugas mereka bagaimana memanfaatkan bangunan cagar budaya ini, apakah dibentuk pengembangan wisata atau ada usulan lain,” ucap Politisi Partai Demokrat itu. (wid)