Masih Zona Oranye, KBM Daring di Kota Magelang Diperpanjang

SEKDA. Sekretaris Daerah Kota Magelang, drs Joko Budiyono MM.
SEKDA. Sekretaris Daerah Kota Magelang, drs Joko Budiyono MM.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) daring di Kota Magelang diwacanakan diperpanjang hingga akhir tahun nanti. Hal ini mengingat kurva penularan Covid-19 di wilayah setempat masih cukup tinggi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, Kota Sejuta Bunga saat ini berada di zona oranye (penularan sedang) Covid-19. Tren ini menjadi sinyal positif bagi Kota Jasa, karena sebelumnya yang berstatus zona berisiko tinggi.

“Dengan status kita menjadi zona oranye menuju zona kuning, maka kegiatan adaptasi kebiasaan baru (AKB) bisa segera diusulkan. Salah satunya mengenai KBM tatap muka. Tapi kita tidak boleh gegabah, harus mendasari kajian mendalam dan penuh kehati-hatian,” kata Joko, Senin (24/8).

Menurutnya, KBM tatap muka punya risiko penularan Covid-19 lebih tinggi ketimbang KBM daring. Sebab, peserta didik, terutama anak-anak sangat rentan tertular bila tidak tertib terhadap protokol kesehatan.

“Jadi melaksanakan pembelajaran dengan sistem tatap muka ini memang penting, tapi lebih penting adalah pertimbangan melindungi anak-anak kita supaya tidak tertular,” tandasnya.

Baca juga
Tegakan Perwal Magelang, Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Push Up

Ia menjelaskan, saat ini wilayah Kota Magelang sudah mengalami perkembangan yang baik terkait kasus Covid-19. Di antaranya angka kesembuhan yang tinggi dan juga kenaikan skor menjadi 2,18. Untuk menjadi zona kuning, sebut Joko, skor minimal adalah 2,5.

“Tinggal beberapa poin kita sudah zona kuning sebenarnya. Kalau sudah zona kuning, bisa saja nanti ada pendalaman lagi soal KBM tatap muka. Saya yakin dengan kedisiplinan dan kepatuhan tingkat tinggi di Kota Magelang, bersama-sama kita bisa meraih zona kuning ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laman Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, angka kasus konfirmasi Covid-19 masih stagnan sebanyak 91 kasus. Rinciannya, 60 pasien berhasil disembuhkan, 9 pulang isolasi, 13 dirawat, dan 9 orang meninggal dunia.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspadai 8 Negara Afrika, Indonesia Pilih Tutup Penerbangan

Kemudian kasus probable, masih di 5 kasus dengan status seluruhnya meninggal dunia. Lalu, kasus suspek ditemukan 493 kasus, 417 di antaranya dinyatakan discarded sembuh. Selanjutnya, 5 pasien suspek masih dirawat, 8 isolasi mandiri, dan 9 orang discarded meninggal.

Berdasarkan data di laman itu, kasus temuan Covid-19 terbanyak berada dari Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara dengan 22 temuan kasus konfirmasi positif. Sejauh ini, tidak ada pasien asal Kedungsari yang masih dirawat, karena 19 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 1 orang menjalani isolasi mandiri dan 2 orang meninggal dunia.

Kemudian, kelurahan terdua terbanyak yakni Magersari, Magelang Selatan dengan 11 kasus temuan. Rinciannya, satu orang masih dirawat, 9 sembuh, dan seorang meninggal dunia.

Terbanyak ketiga, yakni Kelurahan Rejowinangun Utara dengan 9 temuan, terdiri dari 3 dirawat, 3 isolasi mandiri, dan 3 pulang sembuh. Sementara 4 kelurahan yang sejauh ini belum ditemukan kasus Covid-19 antara lain, Jurangombo Utara, Tidar Utara, Tidar Selatan, dan Kelurahan Panjang. (wid)