Masih Pandemi, Jumlah Pengunjung Padusan di Pikatan Water Park Temanggung Belum Maksimal

RAMAI. Pikatan Water Park ramai pengunjung saat tradisional padusan menjelang Ramadan 1443 H. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RAMAI. Pikatan Water Park ramai pengunjung saat tradisional padusan menjelang Ramadan 1443 H. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Padusan menjelang bulan Ramadan menjadi tradisi yang sangat ditunggu umat muslim di Kabupaten Temanggung. Tradisi ini juga rupanya berdampak positif terhadap objek wisata yang menawarkan pemandian di Kabupaten Temanggung.

Biasanya, sebelum pandemi Covid-19 menghantam, saat tradisi padusan tiba pengunjung di Pikatan Water Park mencapai 10.000 pengunjung, namun tahun ini hanya kisaran 800 sampai dengan 1.500 pengunjung saja.

“Perbandingannya jauh sekali, dulu bisa lebih dari 10.000 pengunjung, sekarang sampai jam 11.00 baru tercatat sekitar 800 pengunjung saja,” kata Plt Direktur Pikatan Water Park Bagus Pinuntun, Sabtu (2/4).

Menurutnya beberapa faktor yang membuat menurunnya pengunjung saat padusan menjelang bulan Ramadan tahun ini. Di antaranya memang sampai saat ini pandemi Covid-19 masih belum usai.

Selain itu lanjutnya, saat ini selain Pikatan ada beberapa objek wisata yang berbasis kolam renang, seperti, di Liyangan, Buku, Bejen, Jumo dan beberapa daerah lainnya.

“Banyaknya kompetitor wahana wisata air di Kabupaten Temanggung khususnya.
Kita lihat saat ini banyak wisata air baik milik desa atau perorangan bermunculan, seperti di Liyangan, Bansari, Jumo dan beberapa tempat lainnya,” ujarnya

Selain itu, mungkin disebabkan karena faktor perekonomian masayarakat yang belum pulih akibat pandemi Covid 19.

“Kalau ini menyangkut kompetitor yang lain tentu kita bersukur karena rejeki bisa dibagi bareng-bareng, tapi kalau karena menyangkut daya beli masyarakat yang turun tentunya menjadi keprihatinan bebersama,” katanya.

Dijelaskan, pada padusan hari pertama pada hari Jumat kemarin jumlah pengunjung hanya berkisar 1.500 orang, sedangkan di hari kedua (sabtu), hingga jam 12.00 baru sekitar 800 orang.

“Jumlah tersebut masih kalah jauh pada padusan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 7.000 hingga 10.000 orang,” jelasnya.

Salah satu pengunjung Dika Rahardian menuturkan, dirinya sengaja melakukan tradisi padusan di Pikatan, selain airnya jernih dari mata air langsung, Pikatan memang salah satu ikon wisata di Temanggung.

“Dua tahun sudah tidak padusan, sekarang ada kesempatan untuk mengenalkan tradisi padusan kepada anak-anak,” tuturnya. (set)