Masih Pandemi, Hari Jadi ke-1116 Kota Magelang Tanpa Grebeg Getuk

SEDERHANA. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memastikan perayaan hari jadi Kota Magelang akan digelar tanpa festival dan arak-arakan meskipun kasus Covid-19 mulai melandai. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
SEDERHANA. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memastikan perayaan hari jadi Kota Magelang akan digelar tanpa festival dan arak-arakan meskipun kasus Covid-19 mulai melandai. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Perayaan hari jadi ke-1116 Kota Magelang tampaknya akan sama dengan dua tahun sebelumnya. Tanpa ada festival, arak-arakan, apalagi upacara puncak berupa grebeg getuk. Meskipun kondisi Covid-19 saat ini di Kota Magelang sudah melandai di level 2 PPKM, namun Pemkot Magelang akan memilih melangsungkan agenda tahunan itu secara sederhana.
Kepastian itu dikatakan Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz saat dijumpai wartawan, Rabu (6/4). Sebagai gantinya, perayaan hari jadi akan difokuskan masing-masing kelurahan di Kota Magelang.
”Perayaan hari jadi kalau biasanya dipusatkan di Kantor Walikota Magelang atau Alun-alun dengan anggaran pemerintah, sekarang difokuskan di masing-masing kelurahan. Silakan pergunakan Rodanya Mas Bagia (Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat Bahagia senilai Rp30 juta per RT per tahun),” katanya.
Meskipun Kota Magelang saat ini sudah berada di posisi level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tetapi hal itu tidak menjamin bisa mencegah kerumunan warga. Apalagi, momen hari jadi tanggal 11 April nanti, juga bertepatan dengan bulan Ramadan.
”Sebenarnya boleh menggelar festival seni budaya dengan kapasitas 75 persen di daerah yang level 2. Tapi menggelar grebeg getuk saya khawatir akan tetap menimbulkan kerumunan yang tidak terkendali,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sebagai ganti urungnya grebeg getuk, maka ke-17 kelurahan yang ada diminta memanfaatkan anggaran Rodanya Mas Bagia untuk membeli kebutuhan konsumsi pelaksanaan malam tasyakuran 10 April 2022 mendatang. Alasan dirinya menyerahkan kebijakan itu ke masing-masing kelurahan, agar pesta rakyat ini bisa dinikmati semuanya.
”Hari jadi itu untuk semua masyarakat. Bukan hanya untuk pejabat Pemkot saja. Perayaannya juga jangan di sini saja (Kantor Walikota Magelang). Malam tirakatan yang doa bersama lintas agama itu, juga berada di rumah ibadah masing-masing. Tidak di Kantor Walikota,” ujarnya.
Terkait tema Hari Jadi ke-1116 Kota Magelang yakni Pulih Bersama Maju Sehat Bahagia, lanjut Aziz, yang jadi utama adalah memulihkan kondisi ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Ia merasa, banyak sektor mengalami penurunan akibat dilanda pandemi selama dua tahun lebih ini.
”Yang kedua adalah mengamankan stok kebutuhan pokok. Jangan sampai kebutuhan pokok sampai susah dicari di Magelang. Kita akan berusaha, bahkan jika diminta usul terus ke provinsi dan pusat, ya kita akan usulkan terus,” jelasnya. (wid)