Masih Level 4, Pemkab Purworejo Jemput Warga Positif Covid-19 untuk Isoter

ISOTER. Tempat Isoter tingkat Kabupaten Purworejo di Gedung Pusdilkat Kutoarjo mulai diisi warga terpapar Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan, kemarin. (Foto: eko)
ISOTER. Tempat Isoter tingkat Kabupaten Purworejo di Gedung Pusdilkat Kutoarjo mulai diisi warga terpapar Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama instansi terkait melakukan penjemputan terhadap warga terpapar Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan untuk menjalani isolasi terpusat (Isoter) di Gedung Pusdiklat Kutoarjo. Langkah itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 mengingat Kabupaten Purworejo masih berada pada level 4 yang memerlukan berbagai upaya pengendalian.

Sekda Purworejo, Drs Said Romadhon, menyebut hingga Selasa (31/8) tercatat sudah ada 9 orang warga bergejala ringan yang sejak semalam dimasukkan ke tempat Isoter. Mereka berasal dari Puskesmas Semawung sebanyak 4 orang, Puskesmas Wirun 2 orang, serta Puskesmas Kutoarjo, Bayan dan Gebang masing-masing 1 orang.

Menurutnya, dimasukkannya warga positif Covid-19 ke lokasi Isoter bertujuan untuk memutus penyebaran pada klaster keluarga. Apalagi banyak keluarga yang tidak memiliki tempat khusus untuk melakukan isolasi mandiri (Isoman).

“Selain itu, masih ditemukan warga yang positif Covid-19 dan melakukan Isoman, tapi ternyata masih berkeliaran kemana-mana,” sebutnya.

Sekda menjelaskan bahwa Gedung Diklat Kutoarjo merupakan lokasi yang memang sudah dipersiapkan untuk Isoter tingkat kabupaten. Di gedung tersebut telah dipersiapkan 56 tempat tidur, dengan fasilitas yang representatif, perbekalan, dan pelayanan nakes.

“Selain itu, juga disediakan tempat Isoter di 16 kecamatan, yang jumlahnya mencapai 2.548 tempat tidur,” katanya.

Dijelaskan bahwa untuk menentukan seseorang masuk isoter kabupaten, kecamatan atau rumah sakit, ada kriterianya. Warga yang terpapar tapi tidak bergejala, akan dimasukkan Isoter kecamatan. Sementara yang bergejala ringan masuk Isoter kabupaten dan yang bergejala berat masuk rumah sakit. Kriteria harus ke Isoter yang mana, berdasarkan rujukan dari Puskesmas setempat.

“Sampai saat ini data kasus aktif yang isoman sebanyak 270 orang, sedangkan yang dirawat 50 orang,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Progres Laporan Penyalahgunaan DD Kemiri Kidul Dipertanyakan

Diungkapkan pula mengenai tatacara untuk antar jemput pasien, yakni dijemput dari rumah menuju Isoter dengan mobil Dinkes. Apabila sudah dinyatakan sembuh dan selesai masa Isolasi, diantar kembali ke rumah masing-masing dengan mobil Dindukcapil.

“TNI/Polri siap mengawal dari penjemputan, saat isolasi dan mengantar kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya. (top)