Mas Bram Bagikan Seribu Paket Sembako

BERBAGI. Kader Partai Demokrat Bramantyo Suwondo yang akrab disapa Mas Bram berbagi kepada masyarakat dengan mengadakan bhakti sosial berupa pembagian sembako sebanyak 1.000 paket.
BERBAGI. Kader Partai Demokrat Bramantyo Suwondo yang akrab disapa Mas Bram berbagi kepada masyarakat dengan mengadakan bhakti sosial berupa pembagian sembako sebanyak 1.000 paket.

Peringati 20 Tahun Partai Demokrat

MAGELANGEKSPRES.COM – PADA 9 September 2021, genap 20 tahun usia Partai Demokrat. Partai Demokrat melihat dampak pandemi Covid-19 sampai hari ini masih dirasakan oleh masyarakat. Hal ini membuat kehidupan semakin terasa berat, kesulitan ekonomi semakin mengurangi kemampuan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Dalam rangka memperingati 2 dekade Partai Demokrat, Bramantyo Suwondo yang akrab disapa Mas Bram selaku kader Partai Demokrat menjadikannya sebagai momen untuk berbagi kepada masyarakat dengan mengadakan bakti sosial berupa pembagian sembako sebanyak 1.000 paket. Tanpa mengurangi makna bakti sosial ini, kegiatan pembagian paket sembako dilakukan secara door to door untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Sebagaimana arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, peringatan 20 tahun Partai Demokrat dilaksanakan dengan kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya adalah bakti sosial pembagian paket sembako kepada masyarakat. Bakti sosial ini merupakan wujud kepekaan, kepedulian kepada warga terdampak pandemi Covid-19. “Diharapkan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus saling peduli, saling membantu, saling menguatkan, InsyaAllah keberadaan Partai Demokrat terus dapat menjadi bagian dari solusi,” kata Mas Bram.

Selaku anggota DPR RI, Mas Bram terus mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, perkuat imunitas diri, perbanyak doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar pandemi segera berakhir. Dan, mengingatkan semuanya untuk tidak lengah dan euphoria berlebihan yang membuat abai atau cuek sehingga menjadi celah munculnya gelombang baru peningkatan kasus seperti sebelum ini, pandemi belum selesai. (rls)

Artikel Menarik Lainnya :  Dosen Untidar Kembali Mengabdi di Gunungpring