Markas BKR di Kampung Tulung Tak Masuk Kriteria Cagar Budaya

Markas BKR di Kampung Tulung Tak Masuk Kriteria Cagar Budaya

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Warga kampung Tulung meminta kepada Pemerintah Kota Magelang untuk segera memperhatikan bangunan bersejarah dapur umum dan markas Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kondisinya memprihatinkan.

Pernyataan tersebut disampaikan perwakilan warga kampung Tulung, Lukito yang menjabat sebagai ketua RW 2 saat acara “Ngopi Bareng Walikota” di Kampung Tulung, Rabu (17/11). “Amat disayangkan bangunan yang sangat bersejarah ini jika sampai dijual dan diubah bangunannya,”keluhnya.

Menurut Lukito, jika bagunan tersebut diambil alih oleh Pemerintah Kota Magelang dapat menjadi destinasi wisata edukasi. Selain itu, bangunan yang masih mempertahankan keasliannya tersebut dapat terjaga. “Jika bagunan ini terjual dan di rubah nantinya akan menghilangkan bentuk asli bangunan,” tutur Lukito.

Walikota dr Muhammad Nur Aziz menyapa warganya didampingi Wakil Walikota, Kiyai Masyur dan Kepala dinas terkait. Ia menjawab beberapa keluhan warganya. Terkait markas BKR, Walikota mengaku akan mendukung semua kegiatan positif yang disampaikan. Akan tetapi, ia menyerahkan kepada dinas terkait untuk menindaklanjutinya. “Semua hal-hal baik saya akan mendukung, kami menyerahkan kepada dinas terkait untuk menindaklanjutinya,”ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang Handini Rahayu, menjelaskan sejak tahun 2017 bangunan tersebut sudah dilakukan pengkajian, akan tetapi belum layak menjadi cagar budaya karena bangunan tidak sesuai dengan kriteria menjadi cagar budaya. “Memang betul jika telah terjadi tempat bersejaran di rumah tersebut akan tetapi ada kriteria tertentu yang bagunan ditetapkan menjadi cagar budaya,” ujarnya.

Dini mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait atas usulan warga Kampung Tulung tersebut. “Kami tetap berusaha supaya bagunan tersebut tetap bisa dipertahankan,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Magelang, Elsa akan melakukan koordinasi dengan warganya dan menampung masukan-masukan terkait tempat bersejarah di wilayah kelurahanya. “Di Kelurahan Magelang ini selain di Kampung Tulung ada kampung Boton dan Menteseh yang juga sebagai tempat bersejarah,” tambahnya. (hen)

Artikel Menarik Lainnya :  Salut! Saking Ketatnya Prokes di Ajang Borobudur Marathon 2021, Menpora pun Ikut Ditanyain Mana Hasil PCR-nya?