Marak Tindak Kriminalitas, Masyarakat Temanggung Diminta Waspada

GELAR PERKARA. Polres Temanggung melakukan gelar perkara kasus pemerasan di Mapolres, Selasa (24/5). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
GELAR PERKARA. Polres Temanggung melakukan gelar perkara kasus pemerasan di Mapolres, Selasa (24/5). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Masyarakat diminta untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal, seiring dengan diungkapnya kasus pemerasan di wilayah Kepolisian Sektor Bulu Polres Temanggung.

“Jika mengalami tindak kriminal, sebaknya langsung lapokan kepada kami. Atau langsung lapor kepada saya melalui nomor WA 081329012003, akan langsung kami tindak lanjuti,” pesan Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi saat gelar perkara, Selasa (24/5).

Kapolres mengatakan, terungkapnya kasus pemerasan di wilayah hukum Polsek Bulu bermula dari laporan korban yang telah mengalami pemerasan di Jalan Dusun Dukuh Desa Wonosari kecamatan Bulu pada MInggu (15/5) dini hari.

“Jadi korban merasa diperas oleh tiga tersangka, telepon genggam milik korban diminta oleh tersangka,” jelasnya.

Dari laporan tersebut lanjut Kapolres, petugas melakukan penyelidikan di desa tersebut, dan akhirnya berhasil meringkus dua pelaku, dari tiga pelaku perampasan terhadap korban.

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Bambang Subekti menambahkan, ketiga tersangka tersebut yakni, DN (30) dan FM (24) keduanya berdomisili di Dusun Dukuh Desa Wonosari kecamatan Bulu.

“Ada satu tersangka yang masih dalam pengejaran, identitas tersangka sudah kami kantongi,” katanya.

Ia mengatakan, kasus perampasan ini bermula dari rasa tidak terima tersangka terhadap korban, karena korban mengantarkan pulang seorang perempuan asal Dusun Dukuh Desa Wonosari Kecamatan Bulu hingga dini hari usai pentas seni kuda lumping.

Dari rasa tidak terima tersebut lanjut Kasatreskrim, ketiga tersangka memasang karung berisikan pupuk kandang di tengah jalan, dengan tujuan untuk menghadang laju sepeda motor korban.

Dan ternyata benar, korban mengehentikan sepeda motornya, dan saat itu juga ketiga tersangka langsung mendekat.

“Saat itu korban langsung dihampiri pelaku dan pelaku sempat berkata kepada korban kata-kata DE’E MAU SING KARO CEWEK NGERTI WAYAH NEK DOLAN KI, DE’E SOPO CAH NDI (Kamu tadi yang sama cewek, tahu jam gak kalau main, kamu orang mana,” terangnya.

Setelah itu lanjutnya, para pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan tangan kosong dan korban temannya sempat terjatuh masih ditendang pelaku. Selesai melakukan pemukulan terhadap korban dan temannya salah seorang pelaku meminta handphone korban dengan nada keras memaksa.

“Jika saya tidak menyerahkan handphone pelaku akan mengambil sepeda motor korban, karena posisi itu korban merasa tertekan terpaksa menyerahkan HP kepada pelaku,” jelas Kasatreskrim.

Disebutkan, dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, dua buah telepon genggam, celana pendek, dan jumper.

“Tersangka diancam dengan Pasal 170 jo 351 KUHPidana dan Pasal 368 KUHPiana ancaman hukuman5 th 6 bulan dan 9 th penjara,” tutupnya.

Sementara itu tersangka DN mengaku, hanya akan memberi pelajaran terhadap korban, karena korban dianggap sudah berkelakuan tidak baik dengan mengantarkan salah satu cewek asal desanya sampai dini hari.

“Hanya untuk memberi pelajaran saja, HP kami minta agar korban tidak memberitahukan kejadian ini kepada cewek itu,” tuturnya. (set)