Mantap! Mahasiswa Polbangtan Kementan Dilatih Jadi Butcher

Mantap! Mahasiswa Polbangtan Kementan Dilatih Jadi Butcher
Mahasiswa Polbangtan Kementan Dilatih Jadi Butcher

MAGELANG, MAGELANGKSPRES.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan kualitas SDM dengan pendidikan vokasi yang dibekali peningkatan kompetensi agar mampu berdaya saing. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) mengadakan pelatihan butcher bagi mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, jurusan Peternakan selama seminggu penuh mulai 18 sampai 24 Juli 2022.

Di Indonesia, peluang menjadi butcher professional sangat menjanjikan dan terbuka lebar. Banyak industri pangan yang membutuhkan SDM yang andal untuk fokus berprofesi concern pada pangan berbahan daging. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor peternakan bidang pemotongan daging.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peningkatan kompetensi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian sebagai salah satu cara mewujudkan kemajuan sektor pertanian Indonesia. “Peningkatan SDM yang profesional bisa dilakukan melalui pendidikan maupun pelatihan vokasi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Kementan, kata Dedi, khususnya BPPSDMP, terus mendukung UPT pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian mencetak calon-calon petani milennial masa depan yang unggul dan berdaya saing.

“Peningkatan kompetensi bagi mahasiswa diberikan melalui proses pelatihan yang mengacu pada standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional, dan standar khusus,” jelasnya.

Tak tanggung- tanggung, Polbangtan YoMa menghadirkan langsung Master Trainer Butcher Indonesia Sonny Handoko untuk melatih para mahasiswa. Secara gamblang Sonny berbagi ilmu tentang jaminan keamanan mutu daging, pengoperasian berbagai jenis pisau, memotong daging sesuai topografi karkas, hingga kompetensi mengurangi wastage.

Selain kompetensi tersebut, mahasiswa juga dibekali teknik penerapan keselamatan keamanan kerja, higiene sanitasi, mengemas produk, dan display produk oleh widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Lutfia Hanim dan Hardi.

“Pelatihan kompetensi butcher bagi mahasiswa Polbangtan YoMa sebagai bukti Polbangtan YoMa terus-menerus berusaha membekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi. Sehingga setelah mereka lulus nanti dan mengarungi samudera kehidupan yang sesungguhnya, maka mereka siap dan mampu,” ungkap Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama BBPP Batu-Kementerian Pertanian dengan menghadirkan dua widyaiswara yang kompeten di bidangnya. Kerja sama ini tertuang dalam Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani langsung oleh Direktur Polbangtan Yoma dan Kepalan BBPP Batu di depan para peserta pelatihan saat acara pembukaan kegiatan peningkatan Kompetensi Butcher di Aula Polbangtan YoMa Kampus Magelang(18/07).

“Saya yakin semua peserta pelatihan sangat antusias dengan kegiatan ini. Ikuti arahan para pelatih mempraktekkan persiapan SOP menjadi butcher, keterampilan memotong daging, hingga pengemasan dan pemangan di showcase,” tuturnya.

Bambang berharap, tidak lama lagi pelatihan akan berlanjut hingga sertifikasi kompetensi butcher bagi seluruh peserta.(hms)