Mantap, 10 Halte Baru dan 6 Perbaikan Halte Lama di Kota Magelang Bebas APBD

HALTE. Kota Magelang menambah 10 halte baru dan 6 revitalisasi halte lama yang keseluruhannya dibiayai Pemerintah Pusat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
HALTE. Kota Magelang menambah 10 halte baru dan 6 revitalisasi halte lama yang keseluruhannya dibiayai Pemerintah Pusat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat di sektor transportasi. Salah satunya menambah jumlah sarana publik yaitu halte.

Selama ini, halte menjadi tempat yang dibutuhkan masyarakat baik saat naik atau turun dari kendaraan umum agar lebih tertib, aman, dan nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi nengatakan, pihaknya berencana mendirikan halte baru dan merevitalisasi halte lama yang kondisinya tidak laik. Total terdapat 16 halte yang tengah proses pendirian dan revitalisasi.

Dia menjelaskan, infrastruktur halte sudah diamanahkan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026. Di dalam rencana kerja itu, pemerintah wajib menyediakan sebanyak 21 halte bagi pengguna transportasi.

“Halte yang ada sekarang sebanyak 13, jadi masih kurang 8 halte. Nah, dalam rangka efisiensi anggaran daerah, kami coba meminta bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mendirikan halte baru,” kata Candra, Minggu (21/8).

Ia menuturkan, Kemenhub RI telah menyetujui pengajuan anggaran untuk mendirikan halte baru tersebut. Bahkan, tidak hanya mendirikan yang baru, halte lama yang sudah tidak laik pun diberi dana untuk renovasi.

“Total alokasi 16 halte, terdiri dari 10 halte baru dan 6 halte revitalisasi yang sudah tidak laik. Pembangunan sudah dimulai dan diharapkan segera selesai, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Menurut Candra, keberadaan halte ini penting bagi pengguna transportasi. Sekaligus mendukung pariwisata, khususnya KSPN Borobudur, yang mana pengguna transportasi tidak hanya untuk kebutuhan di dalam kota saja, tapi juga ke luar kota, salah satunya ke Borobudur.

“Ada banyak wisatawan Borobudur yang menginap di Kota Magelang. Maka, halte ini penting untuk mendukung mereka dalam memanfaatkan transportasi dari dalam kota ke kawasan Borobudur,” tuturnya.

Dia menambahkan, spesifikasi bahan dan model bangunan halte semua sama, bahkan sama di seluruh Indonesia sesuai arahan dari Kemenhub. Namun yang jelas, fasilitas akan lebih modern, seperti terpasang kamera CCTV, tempat charger ponsel, dan billboard elektronik.

“Fungsi juga sesuai kebutuhan masyarakat, seperti tidak kepanasan dan kehujanan. Juga ramah difabel dan tetap memfungsikan jalur pedestrian (pejalan kaki). Untuk saat ini petunjuk trayek angkutan tertulis di papan, nanti di halte baru ini akan tertulis secara elektronik,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Angkutan dan Sarana Dishub Kota Magelang, Petrus Chanel menyebutkan, 10 halte baru itu berada di sisi barat Akademi Militer Jalan Gatot Soebroto, depan SMP 4 Magelang (Jalan Pahlawan), depan SMP 13 Magelang (Jalan Pahlawan), Gelora Sanden, kawasan Sidotopo, depan RS Budi Rahayu, depan Terminal Tidar, depan RS Dr Soedjono, depan Rindam IV/Diponegoro, dan Alun-alun.

Adapun 6 halte yang revitalisasi berlokasi di SMA 1 Magelang, Simpang Perdana, depan Jasa Raharja, depan Gereja Santa Maria, Simpang Karanggading, dan sisi barat kantor Kecamatan Magelang Selatan (Jalan Soekarno-Hatta).

“Untuk penamaan halte nanti mengikuti lokasi berdirinya halte. Misal di depan SMP 13 bernama Halte Hati Cantika, Halte Gelora Sanden di area sport center, dan Halte Barito di kawasan Sidotopo,” ungkapnya. (wid)