Mampir Pak Menkes hingga Akreditasi Paripurna

akreditasi
ANGGOTA Tim surveyor didampingi sejumlah petugas medis meninjau kelengkapan informasi umum Puskesmas Mertoyudan I, Kabupaten Magelang saat penilaian akreditasi.

MAGELANGEKSPRES.COM,EMPAT  hari menjelang dimulai penilaian akreditasi terhadap mutu pelayanan Puskesmas Mertoyudan I Kabupaten Magelang (14-16 November 2019), Menteri Kesehatan Terawan Dwi Putranto datang.

Tak ada yang menduga kalau Pak Menkes mau mampir. Sebagian besar petugas medis dan karyawan puskesmas di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta itu, meskipun hari Minggu, tetap melanjutkan kerja keras menyiapkan akreditasi. Akreditasi puskesmas sebagai program tiga tahunan, setelah sebelumnya Puskesmas Mertoyudan I menjalaninya pada 2016.

Puskesmas itu salah satu di antara 10 puskesmas di Kabupaten Magelang yang tahun ini harus menjalani program tersebut, atau dikenal sebagai reakreditasi, guna menguatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kabupaten Magelang memiliki 29 puskesmas, sejumlah di antaranya berstatus rawat inap.

Baca Juga
Tim Resmob Polres Magelang Amankan Botoh Pilkades, Sita Uang Rp19 Juta

Hasil akreditasi pada 2016, Puskesmas Mertoyudan I mendapat penilaian “Madya”. Ada empat status penilaian akreditasi pelayanan mutu kesehatan, yakni “Dasar”, “Madya”, “Utama”, dan “Paripurna”. Wajar kalau untuk akreditasi tahun ini, Puskesmas Mertoyudan I bertekad menaikkan level menjadi lebih tinggi, syukur-syukur “Paripurna”, karena upaya pelayanan terbaik selama ini kepada masyarakat dilakukannya.

Iring-iringan mobil Menkes tiba-tiba berhenti di tepi seberang jalan depan puskesmas itu. Pak Menteri disertai rombongan kecil menyeberang jalan raya untuk mencapai puskesmas. Informasinya tempat itu menjadi puskesmas tempatnya menjalani program ko-asistensi semasa kuliah kedokteran di UGM Yogyakarta. Kira-kira akhir 1980-awal 1990.

Sebelumnya, petugas medis jaga hari itu, mengira ajudan menteri yang mendahului kedatangan orang nomor satu di Kementerian Kesehatan ke puskesmas tersebut, adalah pasien yang membutuhkan pelayanan saat hari Minggu.

Baca Juga
Korban Keracunan Massal di Ponpes Miftahu Rosyidin Temanggung Bertambah, 71 Orang Dirawat di RS

Kedatangan Pak Menkes tentu saja membuat para petugas puskesmas yang sedang lembur menyiapkan berbagai dokumen dan kelengkapan akreditasi, terkejut namun bercampur gembira. Tiba-tiba Pak Menkes di hadapan mereka.

Tanpa persiapan apa-apa, mereka menerima kunjungan mendadak Pak Menkes Terawan dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Kota Magelang untuk mengikuti acara di Akademi Militer, keesokan harinya, Senin, 15 November 2019.

Menteri pun selain melihat sejumlah ruangan pelayanan dan berbicang dengan petugas, tentu saja juga mendapat suguhan berbagai tumpukan dokumen dan barang-barang terkait yang berserakan karena sedang persiapan re-akreditasi.

“Mohon maaf, Bapak ‘rawuh’ (datang) mendadak, kami tidak dapat menyiapkan tempat dan menyuguhkan yang layak,” kira-kira begitu para petugas berguman.

Proses persiapan akreditasi dijalani puskesmas itu cukup lama oleh petugas medis dan nonmedis melalui kerja keras hingga lembur selama beberapa bulan terakhir. Dalam seminggu, ada satu hari dikhususkan mereka menjadi hari persiapan menghadapi program itu, setelah selesai jam pelayanan masyarakat.

Para staf dan karyawan menyicil evaluasi semua kinerja yang menjadi indikator dari semua unit pelayanan dan mencermati ulang atau me-“revieuw” semua surat keputusan dan standar operasional prosedur untuk peningkatan mutu layanan puskesmas. Total jumlah karyawan puskesmas itu 46 orang, baik tenaga medis maupun nonmedis.

Baca Juga
RS Bersalin Budi Rahayu di Kota Magelang Resmi Beralih Jadi RS Umum

Pada minggu-minggu mendekati hari “H” akreditasi, semua karyawan semakin intens melengkapi berbagai dokumen yang masuk dalam elemen penilaian, seperti upaya kesehatan puskesmas (UKP), upaya kesehatan masyarakat (UKM), dan administrasi.

Di tengah kesibukan menyiapkan dokumen dan tata graha puskesmas, pada H-2 berkunjung juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti.

Dia mendapat suguhan berupa latihan penyambutan kedatangan para surveyor dari Kementerian Kesehatan.

Kunjungan Pak Menkes dan Kadinkes Kabupaten Magelang seolah jadi suntikan semangat para pegawai dan petugas medis Puskesmas Mertoyudan I untuk memasuki hari akreditasi.

Ada tiga surveyor, yakni dr. Sri Wahyuni Sampurnaningsih, M.Kes, Ni Nengah Sekarwati, SKM, dan drg. Naydial Roesdal, MSc.Phd.FICDH melakukan penilaian akreditasi di Puskesmas Mertoyudan I.

Mereka mendapat suguhan tarian Soreng oleh anggota Pramuka Saka Bakti Husada, binaan puskesmas itu, peragaan mencuci tangan memakai sabun oleh anak-anak Sekolah Dasar, yel-yel para pegawai, dan seremonial lainnya.

Pada pembukaan pelaksanaan reakreditasi, juga diundang jajaran Pemerintah Kecamatan Mertoyudan dan para kader kesehatan setempat. Pada hari ketiga, para kader menyuguhkan tarian bernuansa semangat dan kegembiraan kepada tim surveyor dan jajaran puskemas.

Selama tiga hari, puskesmas dengan para pegawainya menghadapi tim surveyor Tim mengecek sejauh mana komitmen pelayanan kesehatan secara berkualitas dijalankan. Selama berlangsung akreditasi, pelayanan harian puskesmas kepada masyarakat tetap terjaga dan tidak boleh terhambat sehingga diatur sedemikian rupa.

Berbagai dokumen sebagai petunjuk operasional mutu pelayanan dicek dan kroscek oleh tim. Kunjungan lapangan, termasuk menemui warga juga dilakukan. Pertemuan tim surveyor dengan warga, antara lain mengecek dan mengkroscek kualitas pelayanan kesehatan, seperti terhadap ibu hamil dengan risikonya, program promosi kesehatan masyarakat, serta upaya preventif terhadap gangguan kesehatan.

Perbaikan kelengkapan dokumen dan rekomendasi lainnya sebagaimana disampaikan tim surveyor segera dikerjakan dalam jangka waktu itu. Ketika mereka meninggalkan puskesmas setelah rampung melakukan penilaian, jajaran Puskesmas Mertoyudan I tidak segera saat itu juga mendapatkan hasil akreditasi.

Sepuluh hari berikutnya atau pada Selasa, 26 November 2019, hasil itu diperoleh pihak puskemas melalui email. Lompatan hasil penilaian akreditasi diperoleh Puskesmas Mertoyudan I dari “Madya” ke “Paripurna”.

Rangkaian jerih payah menuju penilaian akreditasi, tidak cukup hanya sampai hasil yang diperoleh. Karena, selanjutnya seluruh petugas medis dengan para karyawan puskesmas harus menjalani pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik, sebagai bagian dari budaya mutu. Utamanya itu! (*)

(*)Wiwit Purwaningsih adalah Bidan Koordinator Puskesmas Mertoyudan I, Kabupaten Magelang