Mahasiswa Unimma Beri Edukasi Pengelolaan Sampah Jalankan PPMT

EDUKASI. Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) memberikan pelatihan manajemen pengelolaan sampah untuk meningkatkan nilai tambah di TPS 3R Desa Gondosuli, sebagai pengaplikasian PPMT periode ke-3. (foto : tim PPMT Unimma)
EDUKASI. Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) memberikan pelatihan manajemen pengelolaan sampah untuk meningkatkan nilai tambah di TPS 3R Desa Gondosuli, sebagai pengaplikasian PPMT periode ke-3. (foto : tim PPMT Unimma)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) Kembali menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat Terpadu (PPMT) periode ke-3 tahun ini. Salah satu program yang digagas lima mahasiswa Fakultas Teknik (FT) adalah manajemen pengelolaan sampah untuk meningkatkan nilai tambah di TPS 3R “Enggal Nyaman” Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Ketua PPMT, Ir Eko Muh Widodo MT yang merupakan dosen FT Unimma mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya pencapaian salah satu visi yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat.

PPMT yang beranggotakan Muhammad Ardi Yuwono, Rohmat Haryadi, Ade Hirani Noverizka, Gunawan Sholeh Sholahudin, dan Ayu Ainayya. Pelaksanaan tugas pengabdian di TPS 3R “Enggal Nyaman” Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, dimulai sejak awal Juni 2021 lalu.

“Tugas mereka adalah aktif memberikan sosialisasi kepada perangkat desa setempat dan warga terkait pentingnya pengelolaan sampah dan budidaya maggot. Dengan pengelolaan sampah yang baik, maka lingkungan menjadi bersih dan budidaya maggot pun dapat menambah nilai ekonomi bagi warga Desa Gondosuli,” kata Eko Muh Widodo.

Dia menjelaskan, kegiatan sosialisasi diberikan kepada perangkat desa dan warga dengan harapan agar mampu memberikan pemahaman soal pengelolaan sampah kepada masyarakat. Tujuan lain, untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi warganya.

“Manfaat dari program pengelolaan sampah ini, untuk mengoptimalkan peranan pemerintah desa dan warga dalam menyelamatkan lingkungan. Sampah-sampah dapat lebih terkendali,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok PPMT Desa Gondosuli, Muntilan, Muhammad Ardi Yuwono menambahkan, pengelolaan sampah digunakan untuk mengoptimalkan peran pemerintah desa dan warga dalam mengelola lingkungan. Selain itu, budidaya maggot yang dilakukan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi operasional TPS 3R “Enggal Nyaman”.

Artikel Menarik Lainnya :  Harapan Warga PPKM Turun Level, Gelora Sanden Segera Dibuka Kembali

“Dengan pengelolaan sampah, lingkungan dapat lebih mudah tertata. Walaupun membutuhkan waktu dan tenaga, tapi pengelolaan sampah dapat memudahkan dalam merawat lingkungan. Budidaya maggot pun bisa menambah biaya operasional untuk TPS juga,” ucapnya.

Kepala Desa Gondosuli, Bambang Haryanto mengapresiasi adanya PPMT Unimma tersebut di wilayahnya. Selama ini, desanya masih bergelut dengan pengelolaan sampah karena biaya dan tenaga.

“Kami berterima kasih tentunya karena pengelolaan sampah dapat mengurangi kerusakan dan memudahkan dalam merawat lingkungan. Semoga hasil dari budidaya maggot juga dapat membantu operasional pengelolaan sampah,” pungkasnya. (adv)