Mahasiswa Fikes Ciptakan Obat Herbal Sariawan

Mahasiswa Fikes Ciptakan Obat Herbal Sariawan
ANTISEPTIK. Karya mahasiswa Fikes UM Magelang berupa antiseptik sariawan dari belimbing wuluh berhasil mendapatkan penghargaan dari Dirjen Dikti, sehingga berhak mendapatkan pendanaan.

MAGELANG SELATAN – Mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang kembali meraih prestasi di ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti tahun 2019. Tak tanggung-tanggung, dari prodi tersebut bahkan berhasil mewakilkan tiga mahasiswa untuk mendapatkan pendanaan penelitian dari Dirjen Dikti 2019.

Ketiga mahasiswa itu antara lain Umaimatun Nakhil, Isabella MS, dan Nugrahani Hendra Putri. Mereka membuat penelitian berjudul ”Gel Belimbing Wuluh sebagai Pengobatan Stomatitis Aftosa Rekuren” di bawah bimbingan dosen Heni Lutfiyati MSc Apt.

”Stomatitis aftosa rekuren ini kalau di kalangan masyarakat awam disebut dengan sariawan. Penyakit ini terjadi karena penyebabnya adalah bakteri,” kata Umaimatun.

Ia dan dua anggota tim lain, mencoba meneliti kandungan buah belimbing wuluh sebagai obat. Sebab, belimbing mengandung zat aktif seperti flavonoid, tanin, dan asponin yang berkhasiat sebagai antibakteri.

”Aktivitas antibakteri belimbing wuluh berhubungan dengan keberadaan zat bioaktif turunan flavonoid seperti luteolin dan apigenin. Dengan kandungan itu, maka aktivitas antibakteri dapat dijadikan senyawa aktif alamiah untuk menciptakan antiseptik,” jelasnya.

Pada penelitiannya itu, dia berharap ada potensi budidaya tanaman belimbing wuluh. Selain kelestarian lingkungan, kandungan buah yang dipanen bisa diformulasikan untuk pengobatan alami.

”Karena obat alami ini sangat cocok untuk anak-anak maupun balita. Walaupun berbentuk gel, tapi obat sariawan ini tidak berbahaya karena alami,” ucapnya.

Hasil penelitiannya itu, kata Umaimatun dinilai mampu membuktikan gel ekstrak blimbing wuluh untuk mengobati sariawan. Masih dalam penelitian tersebut, ketiga mahasiswa ini berharap dapat berkontribusi untuk mengembangkan bahan-bahan alami sebagai alternatif pengobatan serta dapat dijadikan acuan penelitian selanjutnya.

”Kami harap terobosan yang kami buat ini memacu semangat mahasiswa lain untuk memanfaatkan obat alami, karena sebenarnya obat-obatan itu ada di sekitar kita,” pungkasnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Implementasi Link & (Super) Match SMK Pusat Keunggulan