Lulusan MANAWA Berhasil Tembus Beasiswa Al-Azhar, Sempat Putus Asa Karena Keterbatasan Ekonomi

BERFOTO. Nurul Hikmah berfoto dengan kedua orang tua usai wisuda purna siswa MA An-Nawawi beberapa waktu lalu. (Foto lukman)
BERFOTO. Nurul Hikmah berfoto dengan kedua orang tua usai wisuda purna siswa MA An-Nawawi beberapa waktu lalu. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Nurul Hikmah, lulusan MA An-Nawawi Purworejo tahun 2022.

Ia berhasil menembus ketatnya seleksi beasiswa kuliah di kampus kelas dunia, Al Azhar Kairo Mesir jurusan Bahasa dan Sastra Arab melalui jalur beasiswa yang diseleksi oleh PBNU.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (24/8), Trisnadi selaku sang ayah mengaku sangat bangga dengan pencapaian anak pertamanya tersebut.

Diakuinya, keberhasilan buah hatinya itu tak lepas dari didikan serta doa dari dewan asatidz An-Nawawi terlebih sang pengasuh, KH Achmad Chalwani beserta keluarga.

“Dari jumlah 844 orang pendaftar, yang dinyatakan lulus administrasi sebanyak 562 orang. Kemudian dilanjutkan ujian tertulis tinggal 444 orang dan setelah tes wawancara, akhirnya hanya diambil 30 orang yang salah satunya adalah anak saya,” terangnya.

Dikatakannya, keinginan untuk kuliah di Al Azhar merupakan cita-cita anaknya sejak kecil. Namun, karena keterbatasan ekonomi, cita-cita tersebut seperti mimpi di siang bolong mengingat biaya untuk kesana tentu sangat mahal. Dan yang pasti di luar jangkauannya yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Pernah suatu ketika anak saya pulang ke rumah dari pondok. Saat ngobrol santai, tiba-tiba ia menyampaikan lagi tentang cita-cita masa kecilnya itu. Mendengarnya, saya hanya bisa menangis karena merasa gagal sebagai orang tua. Tak bisa berkata apa-apa lagi,” katanya.

“Alhamdulillah, 22 Agustus lalu, ikhtiar, doa-doa kami serta doa para guru menjawab itu semua. Sungguh diluar bayangan kami selama ini. Mohon doanya semoga lancar nantinya,” ucapnya.

Diakui, Nurul Hikmah memang memiliki ragam prestasi khususnya di bidang keagamaan sejak kecil. Waktu TK ia pernah menjadi juara I lomba tartil tingkat Kabupaten Banyumas. Saat MTs, ia juga berhasil meraih juara pertama lomba pidato Bahasa Arab tingkat Nasional.

“Di pondok juga pernah menjadi juara 1 lomba pidato Bahasa Indonesia dalam event Muchadloroh Kubro Lintas Generasi belum lama ini,” katanya.

Sementara itu, Nurul Hikmah menambahkan, karena keterbatasan ekonomi orangtuanya, usai lulus sekolah dasar dirinya ingin disekolahkan di sekolah negeri dengan alasan kalau di sekolah negeri gratis.

Namun, karena cita-cita untuk kuliah di Al Azhar masih terus menyala, ia menolaknya. Ia keukeh ingin bersekolah sekaligus mondok.

“Setelah lulus MTs di Banyumas, keinginan itu akhirnya dikabulkan orangtua. Saya diizinkan untuk menempuh pendidikan di sekolah berbasis pondok pesantren. Dan berkat bimbingan dewan guru, alhamdulillah bisa lulus ujian beasiswa di Al Azhar menyusul beberapa alumni lain yang juga berhasil kuliah di sana melalui jalur beasiswa juga,” tandasnya. (adv/luk)