Lulus Sekolah, Sejumlah Warga Rutan Wonosobo Terima Ijazah

IJAZAH. Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga memberikan Ijazah Pendidikan Kesetaraan bagi warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Kelas II B Wonosobo.
IJAZAH. Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga memberikan Ijazah Pendidikan Kesetaraan bagi warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Kelas II B Wonosobo.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM  Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga memberikan Ijazah Pendidikan Kesetaraan bagi warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Kelas II B Wonosobo yang mengikuti Program Pendidikan Kejar Paket A, Paket B dan Paket C. Diharapkan ijazah tersebut akan memberikan manfaat saat mereka bebas nanti.

“Ini merupakan kolaborasi Rutan Kelas II B Wonosobo dengan Dinas Pendidikan dilaksanakan dalam rangka pengentasan Angka Tidak Sekolah Kabupaten Wonosobo,” ungkap Kepala Rutan Kelas II B Wonosobo, Narya Amd.IP, S.H.

Meurutnya, saat ini masih ada 2 (dua) orang warga binaan yang masih belum bisa baca tulis, serta masih ada yang lulusan SD dan SMP sehingga diharapkan program pendidikan kesetaraan bersama SKB Wonosobo bisa berkelanjutan.

“Kita berharap program ini bisa berlanjut, masih ada yang buta huruf, atau belum bisa baca tulis, selain itu lulus SD juga masih cukup banyak,” katanya.

Pada acara tersebut diberikan ijazah kepada 2 (dua) orang warga binaan yang lulus Kejar Paket C atas nama Asep Saputra dan Irwan Hidayat, 2 orang lulus Kejar Paket B atas nama Nur Kholis dan Pitoyo serta 1 orang yang lulus Kejar Paket A atas nama Gunarto. Kepala Rutan berharap bagi yang sudah lulus untuk melanjutkan pendidikan ke Jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kabid PAUD, Pendidikan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga Dikpora Wonosobo Harjanto, menyampaikan harapannya bukan hanya melalui pendidikan kesetaraan saja kolaborasi dengan Rutan Kelas II B ini, tetapi termasuk kegiatan kegiatan kepemudaan melalui pelatihan life skill maupun pembinaan olahraga prestasi.

“Selain pendidikan kesetaraan, kolaborasi akan diperluas dengan pelatihan life skill bagi warga binaan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan peningkatan ketrampilan itu diharapkan juga bisa untuk menghilangkan stigma negatif bagi warga binaan yang telah selesai menjalani hukuman dan kembali kepada masyarakat. Apabila mereka telah dibekali life skill, begitu kembali ke masyarakat mereka telah memiliki keterampilan sesuai dengan minat bakat. (gus)