Luasan Tanam Tembakau di Temanggung berkurang 4.700 Hektar

POTONG TUMPENG. Bupati Temanggung M Al Khadziq memotong tumpeng pada wiwit panen raya tembakau di Pendopo Jenar Temanggung,
POTONG TUMPENG. Bupati Temanggung M Al Khadziq memotong tumpeng pada wiwit panen raya tembakau di Pendopo Jenar Temanggung,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Luasan tanam tembakau tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Kualitas tanaman tembakaunya juga lebih baik selain dari cuaca yang juga sangat mendukung. Hal itu disampaikan oleh Bupati Temanggung M Al Khadziq saat doa bersama yang berlangsung di Pendapa Jenar di Kantor Bupati Temanggung, kemarin.

Bupati juga menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada pabrikan rokok kretek agar tembakau Temanggung ini diberikan harga yang pantas sesuai dengan kualitasnya yang tinggi.

Namun demikian lanjut Bupati, agar masyarakat khususnya petani tembakau bisa menjaga dan semakin meningkatkan kualitas tembakau, kemurnian tembakau Temanggung juga wajib dipertahankan.

“Harus ada konsekwensi, petani juga harus mempertahakan kualitas tembakau dengan tidak mencampurkan tembakau dari daerah lain karena nanti akan merusak kualitas tembakau asli Temanggung,” katanya.

Menurut Bupati, tembakau sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di Temanggung, mulai dari menanam, budidaya sampai dengan urusan perdagangan. Urusan panen tembakau ini adalah hajat masyarakat Kabupaten Temanggung, oleh karenanya, maka menjadi hajat Pemkab Temanggung juga.

Sehingga, apa yang menjadi hajat rakyat itu juga menjadi hajat bagi pemerintah. Oleh karena itu karena rakyat semuanya sedang prihatin di tengah pandemi, maka berharap betul agar panen tembakau tahun ini menjadi rezeki yang banyak dan barokah bagi petani.

Baca juga
Tindak Curanmor Kian Marak, Kapolres Temanggung Minta Masyarakat Tetap Waspada

“Di tengah situasi yang sedang sulit ini maka Pemkab Temanggung menyelenggarakan doa bersama menghadirkan para tokoh pertembakauan, juragan-juragan tembakau, perwakilan pabrik, dan perwakilan petani,” katanya.

Semua yang diundang di tempat ini untuk berdoa bersama agar panen tembakau tahun 2020 benar-benar menjadi rezeki yang banyak untuk seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung.

Artikel Menarik Lainnya :  Kajian Zonasi Diperlukan untuk Jaga Situs Liyangan

“Karena bagus atau tidaknya harga tembakau itu juga ditentukan oleh semua pihak yang hadir di tempat ini, baik petani, pedagang, maupun perwakilan pabrik,” katanya.

Selain itu, doa bersama ini juga untuk mempererat sinergitas antar masyarakat pertembakauan karena di tengah situasi COVID-19 yang serba sulit ini kalau tidak ada sinergitas dan masing-masing berjalan sendiri maka nanti akan kontra produktif bagi kepentingan masyarakat secara luas.

Sebelumnya Bupati Temanggung mengatakan, saat ini luasan tanaman tembakau menurun 4.700 hektar jika dibandingkan dengan luasan tanaman tembakau tahun sebelumnya yang mencapai 18.700 hektar.

Dengan luasan tersebut maka produktivitas tembakau kurang lebih bisa mencapai 10.000 ton tembakau rajangan kering dengan estimasi produksi dalam satu hektar nya 0,7 ton per hektar.

Dengan estimasi produksi tersebut, jika pabrikan masih membeli dengan kuota yang sama dengan tahun sebelumnya, maka seluruh tembakau produksi petani bisa terserap habis hingga akhir panen raya.

“Harapan kami kuota pembelian masih tetap sama dengan tahun sebelumnya, sehingga produksi tembakau dari petani tahun ini bisa terserap habis,” harapnya. (set).