Lonjakan Covid-19 di Wonosobo Capai 1600 Kasus

BANTUAN APD. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, ketika menerima perwakilan dari PT Tirta Investama yang memberikan bantuan APD kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo di Pendopo Bupati, Selasa (8/6).
BANTUAN APD. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, ketika menerima perwakilan dari PT Tirta Investama yang memberikan bantuan APD kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo di Pendopo Bupati, Selasa (8/6).

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Kasus covid 19 di Kabupaten Wonosobo mengalami lonjakan hingga 1600 kasus positif. Masyarakat dimbau untuk tetap patuh jalankan protokol kesehatan, gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Yang terbanyak setelah Lebaran kemarin, yaitu kita sudah mendapatkan kasus sekitar 1.600 kasus positif dari bulan Januari hingga Mei. Itu merupakan lonjakan yang luar biasa,” ungkap Jubir Satgas Covid 19 Kabupaten, dr M Riyatno, kemarin usai menyaksikan penerima APD dari PT TIV Aqua Danone Wonosobo di pendopo belakang.

Menurutnya, saat ini, dari bulan Januari hingga Mei 2021, sudah terjadi kenaikan jumlah kasus konfirmasi hingga 1600 kasus. Ini perlu diperhatikan dan cermati, agar  sama sama sadar, jika merujuk pada PPKM Mikro, sudah menemukan 5 Rukun Tetangga (RT) yang statusnya merah, kemudian lebih banyak lagi yang orange.

“Secara total RT yang berisiko tinggi itu sudah lebih dari 130 RT dari sekitar 6.800 RT yang ada di Wonosobo,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan saat ini dapat dikatakan berada di gelombang kedua, persiapan menuju gelombang ketiga dan seterusnya mungkin saja bisa terjadi. Anggaplah saat ini memasuki gelombang ketiga, karena gelombang pertama dulu dari mulai bulan maret sampai sebelum lebaran 2020, sempat mengalami kondisi Zero atu Nol kasus sampai 2 bulan setelahnya, tetapi muncul gelombang kedua yang puncaknya kira kira pada bulan November dan Desember 2020.

“Memang masih ditemukan yang statusnya hijau, tetapi kalau ini tidak kita kelola dengan baik pada mereka yang masuk zonasi merah maupun orange, maka ini potensial untuk menyebar kemana mana. Maka perlu intervensi yang tegas untuk menegakkan regulasi dimana untuk zonasi zonasi tertentu sebenarnya sudah ada ketentuannya,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Sempat Ditolak Warga, Pembongkaran Median Jalan di Pertigaan Pasar Berlanjut

Berkaitan dengan perkembangan kasus ini ,  masyarakat diminta  untuk betul betul menjaga diri. Setidaknya agar tidak tertular, dengan menjalankan 5M protokol Kesehatan. Itu sebenarnya hal yang mudah, hanya saja saat ini memang tingkat kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi ini sudah sangat menurun. Itu yang menjadi keprihatinan bersama.

“Kita upayakan  kedepannya edukasi ini lebih kita tingkatkan lagi, agar masyarakat dapat memahami bahwa kondisi ini perlu perhatianserius,” katanya.

Sementara itu, pemerintah tidah bisa bekerja sendiri dalam menangani wabah covid-19 ini, perlu dukungan dan kerjasama dari semua pihak dan semua masyarakat, baik itu masyarakat umum, BUMN, BUMD maupun Perusahaan Swasta.

“Mungkin tingkat kesadaran masyarakat terhadap covid, saat ini mengalami penurunan, tetapi kita pemerintah akan terus menggugah kesadaran masyarakat, dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” katanya.

Karena berapapun besarnya anggaran yang pemerintah dan masyarakat keluarkan untuk penanganan covid-19, akan percuma jika semua terhadap mengabaikan protokol kesehatan. Karena itu tak henti hentinya, pemerintah selalu mengingatkan untuk mentaati protokol kesehatan, agar wabah ini segera berlalu. (gus)