Longsor di Leksono Wonosobo, Satu Keluarga Diungsikan

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COMTanah longsor terjadi di Dusun Srandil RT 04 RW 03, Desa Besani, Kecamatan Leksono, Wonosobo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun dinding  rumah yang jebol melukai empat orang penghuninya.

Longsor terjadi pada pukul 18.30 WIB. Ketika hujan deras dengan intensitas tinggi menerjang kawasan tersebut. Tebing setinggi 5 meter di belakang rumah tidak kuat menahan beban dan ambrol. Kemudian menerjang dinding rumah hingga jebol.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Bambang Tri membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, longsor di Desa Besani Leksono tidak menimbulkan korban, namun merusak rumah dan melukai seluruh penghuni rumah.

“Bermula pada saat wilayah tersebut diguyur hujan sejak sore hari. Setelah diguyur hujan dengan intensitas lama, sehingga tebing yang berada di belakang rumah korban yang bernama Widiyanto (30) warga setempat longsor dan menimpa rumah korban,” jelasnya

Lebih lanjut, dikatakan akibat peristiwa tersebut, tembok rumah korban pada bagian belakang jebol. Selain itu, penghuni rumah yang berjumlah 4 orang juga mengalami luka ringan setelah terkena runtuhan tembok.

“Menyikapi kejadian itu, BPBD bersama para relawan, Pemdes dan warga setempat langsung melakukan evakuasi korban dan barang-barang berharga,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi di lokasi longsor sudah diamankan dan rumah korban sudah dikosongkan demi keselamatan. Seluruh anggota keluarga korban dan barang berharga, katanya, sudah diungsikan di tempat saudaranya.

“Seluruh penghuni rumah sudah dievakuasi, antisipasi jika muncul longsor susulan, karena curah hujan masih cukup tinggi dalam minggu ini,” katanya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Sebab Wonosobo masuk dalam kategori daerah rawan bencana longsor, serta kondisi cuaca menurut prediksi BMKG masih cukup ekstrem.

“Tetap waspada, namun tidak panik, kami juga secara aktif melakukan sosialisasi perkiraan cuaca bersumber dari BMKG ke seluruh camat dan kepala desa, agar bisa diinformasikan kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (gus)