Longsor, 22 KK di Borobudur Sempat Terisolasi

    Longsor, 22 KK di Borobudur Sempat Terisolasi
    LONGSOR. Warga bersama aparat bersihkan material longsor yang menutup akses jalan di Dusun Ngaglik Desa Giirtengah, Kecamatan Borobudur.

    BOROBUDUR –  Terjadi tanah longsor di Dusun Ngaglik Desa Giirtengah, Kecamatan Borobudur, akibat hujan deras, Sabtu (2/3). Longsor tersebut menutup akses jalan desa sehingga mengakibatkan warga RT 9 dan RT 10 Dusun Ngaglik terisolasi. Ada 22 kepala keluarga yang tinggal di lokasi tersebut.

    Menurut warga, longsor terjadi diawali dengan turun hujan dengan intesitas ringan-lebat di wilayah Kecamatan Borobudur, Sabtu (2/3), sejak pukul 13.00 WIB sampai malam hari menyebabkan tebing setinggi 5 meter, panjang 15 meter longsor. Akibatnya akses jalan desa tertutup.

    Kerja bakti yang dilakukan pada Minggu (3/2) dilaksanakan oleh babinsa, perangkat desa, relawan OPRB dan masyarakat selanjutnya mengambil langkah untuk melaksanakan pembersihan material yang menutup badan jalan.

    Babinsa Giritengah Koramil 19 Borobudur Sersan Kepala Jemirin bersama warga Dusun Ngaglik Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur melaksanakan kerja bakti pasca tanah longsor di wilayah tersebut.

    Pembersihan material longsor dilaksanakan secara manual dengan menggunakan cangkul, sekop, pompa air dan lain sebagainya.

    “Kebersamaan dan kesigapan antara aparat, OPRB dan masyarakat dalam mengatasi bencana merupakan salah satu contoh yang baik terhadap penanganan bencana,” ungkap Sersan Kepala Jemirin.

    Kepala Dusun Ngaglik, Warsito, yang turut berbaur dalam penanganan longsor tersebut sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dengan kejadian yang terjadi.

    “Alhamdulillah bencana longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa. Tapi jika longsor ini tidak segera ditangani, akan berdampak pada aktivitas warga,” ungkap Warsito.(cha)

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi