Lima Kali Beraksi, Lima Kali Dibui, Spesialis Pencuri Kotak Amal di Temanggung Kembali Dibekuk

GELAR PERKARA. Kasus pencurian kotak amal digelar dengan tersangka dan barang bukti.
GELAR PERKARA. Kasus pencurian kotak amal digelar dengan tersangka dan barang bukti.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – MA (20) warga Rejosari Kecamatan Ngadirejo harus kembali merasakan dinginnya tembok ruang tahanan Mapolres Temanggung. Aksinya yang mencuri kotak amal di salah satu masjid di Desa Ngaren Kecamatan Ngadirejo terungkap.

“Tersangka ini memang spesialis pencuri kotak amal di masjid,” kata Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali, kemarin.

Menurut Kapolres, tersangka ini tidak hanya sekali atau dua kali saja melakukan pencurian kotak amal di masjid dan musala, namun sudah lima kali. Dan dari lima kali aksinya tersebut petugas selalu berhasil mengungkap dan menangkapnya.

“Sudah lima kali keluar masuk penjara, kasusnya juga sama pencurian kotak amal,” terangnya.

Tersangka melakukan perbuatan yang sudah menjadi hobinya ini sejak masih anak-anak alias masih di bawah umur. Namun tersangka ini sepertinya belum kapok juga dan terus melakukan aksi yang sama.

“Sejak masih di bawah umur sudah merasakan dinginya tembok ruang tahanan, tapi begitu keluar  tersangka ini kembali mencuri. Terakhir tersangka keluar dari rumah tahanan pada akhir tahun 2019 lalu,” terangnya.

Kapolres mengatakan, dari lima kali melakukan aksi pencurian kotak amal, yang terakhir ini MA berhasil menggondol uang tunai sebanyak kurang lebih dua juta rupiah.

“Uang hasil pencurian digunakan untuk membeli smartphone, dan untuk hal yang lainnya,” tutur Kapolres.

Modus yang dilakukan tersangka pun masih sama yakni mencongkel kunci pengaman pada kotak amal menggunakan linggis.

Aksi yang terkahir ini dilaporkan oleh takmir masjid, dari rekaman CCTV. Terlihat jelas bahwa tersangka inilah yang melakukan aksi pencurian.

“Mukanya langsung bisa dikenali melalui rekaman cctv, petugas kami langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap tersangka dan akhirnya tersangka bisa ditangkap tanpa melakukan perlawanan,” katanya.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, smartphone, linggis, satu buah kotak amal, sebuah kunci, dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Tersangka tidak bisa mengelak dari aksi pencurian, tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP, pidana penjara paling lama tujuh tahun penjara,”tandasnya.(set)