Lihat! Anggota DPRD Dukung CFD Gelora Sanden Diaktifkan Lagi

Wacana Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz untuk membuka lagi CFD didukung sejumlah anggota DPRD Kota Magelang, di tengah PPKM level 1. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
CFD. Wacana Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz untuk membuka lagi CFD didukung sejumlah anggota DPRD Kota Magelang, di tengah PPKM level 1. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG. MAGELANGEKSPRES.COM – Sebagian anggota DPRD Kota Magelang setuju jika car free day (CFD) di Gelora Sanden, Magelang Utara dibuka lagi. Sebab kegiatan ini dinilai mampu membayar kerinduan warga terhadap CFD yang ditutup sejak Maret 2020 lalu.

“Apalagi Kota Magelang sekarang status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah level 1. Saya kira sudah saatnya CFD digelar lagi karena masyarakat sudah sangat merindukannya,” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang, Marjinugroho, Kamis (11/11).

Meski demikian, dia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Disperindag sebagai leading sektor gelaran CFD untuk proaktif koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

“Walaupun PPKM sudah level 1, tetapi yang perlu digarisbawahi bahwa kasus di Covid-19 ini cenderung fluktuatif. Oleh karenanya saya harapkan ada koordinasi intens antara Pemkot dengan Satgas Covid-19,” ujarnya.

Demikian halnya dengan sistem pengawasannya, kata dia, harus lebih diperketat. Sebab, banyak masyarakat yang sudah menunggu-nunggu pembukaan CFD. Dikhawatirkan, ketika dibuka justru masyarakat dalam jumlah banyak berbondong-bondong mendatangi kawasan CFD.

“Perlu dipikirkan bagaimana memecah keramaian. Bisa dengan pembatasan pengunjung, pengecekan kelengkapan protokol kesehatan, ketersediaan protokol kesehatan di fasilitas CFD, dan cara-cara lain untuk mencegah kerumunan,” ujarnya.

Fasilitas penunjang pencegahan Covid-19, lanjutnya, merupakan hal wajib yang harus dipenuhi panitia kegiatan. Selain itu, panitia sebaiknya juga menyajikan barcode khusus, untuk mengetahui jumlah kedatangan peserta.

“Skrining dapat digelar di jalan raya atau pintu masuk Gelora Sanden. Termasuk juga perhatian terhadap aktivitas pedagang di sekeliling lokasi CFD. Semua pihak bersama-sama menggelorakan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Kita harus tetap waspada karena pandemi belum menjadi endemi,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Inovasi Pengrajin Batik Bangkit dari Pandemi Covid-19

Marjinu mengaku sepakat dengan wacana Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, menambah lokasi CFD di Kawasan Sidotopo Magelang Utara. Upaya ini bisa memecah keramaian, sehingga warga tidak bertumpuk di satu titik.

“Tiap hari Minggu misalnya, warga tidak bertumpuk di Lapangan Rindam dan Gelora Sanden, tapi juga bisa berolahraga menyehatkan di tempat lain yaitu Sidotopo. Saya kira ini langkah yang sangat tepat dan bagus. Harus didukung,” tandasnya.

Meski demikian, dirinya meminta agar evaluasi CFD bisa dilakukan secara terus menerus. Jika memang terjadi kenaikan kasus, maka saat itu juga CFD bisa dihentikan.

“Kalau situasinya tepat bisa jalan terus, tapi begitu naik, langsung setop. Demi kebaikan bersama,” paparnya.

Senada juga diutarakan Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang HIR Jatmiko bahwa aktivasi CFD mampu membayar kerinduan masyarakat pecinta olahraga. “Kebijakan ini mampu menjadi angin segar masyarakat yang sudah setahun lebih libur CFD,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menilai bahwa Pemkot Magelang perlu menggelar simulasi terlebih dahulu. Perhatian terhadap protokol kesehatan pun harus lebih diperketat.

“Simulasi dibutuhkan untuk menghindari risiko terjadinya kerumunan massa. Misal dengan membatasi jumlah kunjungan 100-200 orang per hari. Masyarakat yang sudah sejam lebih ya diminta untuk bergantian dengan yang lain. Intinya secara teknis harus diperhatikan betul-betul,” pungkasnya. (wid)