Libur Lebaran Usai, Kebun Raya Gunung Tidar Masih Diserbu Pengunjung

PRIMADONA. Kebun Raya Gunung Tidar masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk berwisata alam maupun religi meski libur Lebaran telah usai. (foto: wiwid arif/magelang ekspres)
PRIMADONA. Kebun Raya Gunung Tidar masih menjadi primadona bagi masyarakat untuk berwisata alam maupun religi meski libur Lebaran telah usai. (foto: wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kawasan Kebun Raya Gunung Tidar masih menjadi primadona para pelancong dan wisatawan, meski libur Lebaran sudah usai. Rata-rata dalam sehari, seribuan pengunjung mendatangi tempat wisata sakral yang dikenal sebagai “Pakuning Tanah Jawa” atau pusatnya pulau Jawa itu.

Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Yhan Noercahyo mengatakan, puncak kunjungan terjadi pada Minggu (8/5) lalu. Sebanyak 1.323 pengunjung menaiki Gunung Tidar pada hari itu.

“Jika dibandingkan dengan momen libur lebaran tahun lalu dan dua tahun yang lalu, tahun ini pengunjungnya naik 200 persen,” kata Yhan, saat dikonfirmasi, Senin (16/5).

Ia menilai, penambahan pengunjung disebabkan turunnya kasus Covid-19 di Kota Magelang, juga pelonggaran PPKM yang dilakukan Pemerintah Pusat. Sejak 4 Mei 2022 tingkat kunjungan konsisten di atas 500 orang per hari.

“Sejak 1 Mei sampai dengan tanggal 11 Mei sebanyak 7.887 pengunjung naik ke Kebun Raya Gunung Tidar. Jumlah yang sama juga terjadi akhir pekan ini. Kami optimis, kunjungan masih akan terus bertambah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat libur Lebaran pengunjung belakangan ini didominasi oleh rombongan keluarga. Namun sekarang, peziarah sudah mulai berdatangan.

“Kalau setelah Lebaran ini pengunjung didominasi wisatawan. Sedangkan sekarang lebih kepada wisatawan religi yang hendak berziarah ke makam Syekh Subakir, Kyai Semar, dan Kyai Sepanjang. Persentasenya 60 wisata peziarah dan 40 persen wisatawan,” terangnya.

Dia yakin, Gunung Tidar memiliki magis baru untuk menarik wisatawan pecinta alam. Terlebih Kebun Raya Gunung Tidar memiliki wahana baru berupa Gardu Pandang Gunung Tidar dan Monumen Tanah Air Satu Bangsa.

Pihak UPT juga memperbanyak papan informasi dan petunjuk arah bagi para pelancong. Selain itu, wisata Gunung Tidar juga sudah mengantongi CHSE, sebagai syarat pembukaan wisata di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Di area dalam Gunung Tidar juga sudah tidak ada peminta-minta,” ucapnya.

Dengan begitu, kenyamanan pengunjung lebih terjamin. Para pengemis yang sering mangkal di area Gunung Tidar telah dikumpulkan saat Ramadan. Mereka diedukasi dan bersedia tidak berada di dalam area wisata. (wid)