Libur Lebaran Tahun 2022, Wonosobo Diprediksi Banjir Wisatawan

WISATA. Telaga Warna Dieng menjadi salah satu tujuan wisatawan ke Wonosobo.
WISATA. Telaga Warna Dieng menjadi salah satu tujuan wisatawan ke Wonosobo.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo melakukan penataan dan persiapan menyambut libur lebaran tahun 2022. Diprediksikan tahun ini jumlah wisatawan yang akan berkunjung bisa naik mencapai 300 persen lebih.

“Jika melihat kondisi sekarang, yang akses perjalanan lebih mudah, kemungkinan minat masyarakat untuk berlibur akan meningkat tajam pada lebaran tahun 2022,” ungkap Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo, kemarin.

Menurutnya, sejumlah upaya dan persiapan telah dilakukan dalam rangka menyambut wisatawan, diantaranya menggelar koordinasi dan juga pelatihan untuk pelaku wisata di Wonosobo serta melakukan promosi melalui WTBF  yang digelar beberapa waktu lalu.

“Promosi tetap kita lakukan, dengan merujuk hasil riset, kita perkuat jaringan pelaku wisata dari barat, jabar, jakarta dan banten,” terangnya.

Sedangkan untuk pelaku wisata lokal, pihaknya telah beberapa kali menggelar rakor, sebab pelaku wisata harus mampu menerima tamu dan mempromosikan dengan baik, tidak hanya kawasan dieng saja, namun kawasan 5 Dieng baru juga akan diperkuat.

“Beberapa kegiatan yang sudah kita launching akhir tahun 2021 silam, diantaranya pembukaan mall ekraf, banding mie ongklok, wayang othok obrol, penataan taman Syailendra dan objek wisata Kalianget, akan dimaksimalkan,” ujarnya.

Agus juga menambahkan, untuk lima dieng baru yaitu  kawasan Telaga Menjer, Pemandian Kalianget, Koridor Candiyasan-Keseneng, Waduk Wadaslintang, dan Gunung Lanang Mergolangu Kalibawang akan terus dikenalkan.

“Wisatawan harus memiliki banyak pilihan, untuk menambah durasi lama tinggal di Wonosobo, karena lama tinggal masih cukup rendah,” terangnya.

Pihaknya memastikan bawah kunjungan wisatawan tahun ini akan naik dibandingkan dengan libur lebaran tahun 2021 yang bisa dikatakan nyaris tidak ada kunjungan, lantaran pandemi covid 19 sedang dalam posisi puncak.

“Sejak awal ramadan 2022 ini kita terus melakukan monitoring dan persiapan, tren membaiknya kondisi dan dibukanya akses transportasi secara lebih longgar untuk pelaku perjalanan akan semakin memudahkan aliran wisatawan masuk wonosobo, maka kita harus bersiap menjadi tuan rumah yang baik dan memberi kesan,” pungkasnya. (gus)