Lewat Inovasi Tibas, Pustakawan SMPN 3 Magelang Berhasil Raih Juara

PENYERAHAN. Akhir sebuah perlombaan, Muhamad Atik menerima Piala Penghargaan beserta uang pembinaan yang diserahkan oleh Bapak Wali Kota Magelang, Bp. dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD,K-GH,FINASIM didampingi oleh Bp. K.H.Drs.M.Mansyur, M.Ag., di tengah penganugerahan Ibu Hj. Niken Ichtiaty, S.Si sebagai Bunda Literasi Kota Magelang, Selasa 17 Mei 2022 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang.
PENYERAHAN. Akhir sebuah perlombaan, Muhamad Atik menerima Piala Penghargaan beserta uang pembinaan yang diserahkan oleh Bapak Wali Kota Magelang, Bp. dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD,K-GH,FINASIM didampingi oleh Bp. K.H.Drs.M.Mansyur, M.Ag., di tengah penganugerahan Ibu Hj. Niken Ichtiaty, S.Si sebagai Bunda Literasi Kota Magelang, Selasa 17 Mei 2022 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang.

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Muhamad Atik, Pustakawan SMP Negeri 3 Magelang, terpilih menjadi juara 1 Lomba pengelola perpustakaan/Pustakawan terbaik tingkat Kota Magelang Tahun 2022

Untuk mendorong kompetensi dan profesionalisme Pustakawan, maka diselenggarakan Lomba pengelola Perpustakaan/ Pustakawan terbaik tingkat Kota Magelang Tahun 2022. Apresiasi adalah bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah Kota Magelang kepada seluruh pustakawan baik dari institusi pendidikan, pemerintahan maupun umum.

Tujuan diadakannya kegiatan pemilihan ini, diharapkan dapat memotivasi pustakawan untuk terus berkarya, berinovasi, berkinerja, berprestasi tinggi dan berpartisipasi aktif serta, turut membangun lingkungannya sehingga turut ikut serta menciptakan budaya literat di masa mendatang.

Lomba Pengelola Perpustakaan/ Pustakawan terbaik tingkat Kota Magelang diikuti pustakawan maupun non pustakawan se-Kota Magelang yang diselenggarakan pada tanggal 6 s.d 7 APril 2022 di Edu Hotel Citra Jl. Pahlawan No. 70 Kota Magelang.

“Tidak menyangka, terobosan yang selama ini saya kembangkan disambut baik oleh juri lomba pengelola perpustakaan/Pustakawan terbaik tingkat Kota Magelang Tahun 2022.

Awalnya saya merasa minder, namun berkat dorongan dan motivasi Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, SPd MPd saya mampu melewati setiap langkah demi langkah menuju kompetisi pustakawan tersebut,” kata Muhamad Atik di tengah kesibukan bekerja.

Dalam ajang tersebut, Lelaki kelahiran Kota Magelang, 18 Januari 1994 ini melakukan presentasi best practice dengan judul Titik Baca Sekolah sebagai media meningkatkan Literasi Minat Baca Peserta Didik.

Muhamad Atik menyampaikan Titik Baca Sekolah merupakan inovasi dengan mengkolaborasikan inovasi yang telah ada. Pemanfaatan fasilitasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berupa akun belajar.id yang terintegrasi layanan Google Space Work For Education, dimanfaatkan oleh Muhamad Atik sebagai upaya tepat membangun perpustakaan digital di tengah pandemi Covid-19.

Titik Baca Sekolah merupakan media berbasis QR Code sebagai penghubung antara base server utama menggunakan aplikasi terintegrasi Google Lens yang terinstall pada perangkat Android. Titik Baca Sekolah dikembangkan memanfaatkan layanan Google.

Dengan mendayagunakan fasilitas gratis yang didapat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, semakin meningkatkan fitur dan pengalaman pengguna dalam mengakses Titik Baca Sekolah, pasalnya TIBAS tidak hanya dapat dikembangkan sebagai layanan buku terdigitalisasi, Muhamad Atik membeberkan Titik Baca Sekolah dapat dipergunakan sebagai media untuk meningkatkan layanan publik di setiap instansi.

Selain konten buku terdigitalisasi, TIBAS dapat dikembangkan melalui fitur – fitur terbarukan dengan menyediakan layanan temu kembali informasi katalog induk, informasi terkait SOP perpustakaan, informasi keterlambatan buku, Pendaftaran peserta secara mandiri terlebih dokumen – dokumen rekreatif yang dapat dinikmati pengguna sebagai alat nostalgia pengguna melalui penyediaan base foto – foto kegiatan SMP Negeri 3 Magelang dari awal kemunculan SMP Negeri 3 Magelang sampai saat ini.

“Dasar Inovasi Titik Baca Sekolah (TIBAS) merupakan jawaban terhadap stigma pengelola perpustakaan atas mahalnya pengadaan Perpustakaan Digital di sekolah. Saya berharap dengan adanya inovasi ini, diharapkan sekolah – sekolah dapat mengadopsi TIBAS sebagai langkah membangun layanan publik di masyarakat. Saya berharap TIBAS dapat dipergunakan sebagai media rekreatif untuk dinikmati peserta didik sehingga diharapkan budaya literasi dapat disemai menuju indonesia literat di masa mendatang,” pungkas Muhamad Atik. (rilis/hen)