Level 2 PPKM, Dunia Kuliner di Purworejo Mulai Bergeliat

Kabid Kebudayaan Dinparbud Kabupaten Purworejo (kanan) sedang menikmati kuliner di pusat kuliner Bakso, Kafe and Resto Benhil Kelurahan Pangenrejo Kecamatan Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
NIKMATI KULINER. Kabid Kebudayaan Dinparbud Kabupaten Purworejo (kanan) sedang menikmati kuliner di pusat kuliner Bakso, Kafe and Resto Benhil Kelurahan Pangenrejo Kecamatan Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Geliat usaha kuliner mulai terlihat seiring masuknya Kabupaten Purworejo ke PPKM level 2. Berbagai kelonggaran didapatkan sehingga wisata kuliner dapat kembali menjadi tumpuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kendati demikian, batasan-batasan yang ada tetap harus dipatuhi karena situasi pandemi belum sepenuhnya berlalu.

Hal itu disampaikan Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, saat meninjau salah satu pusat kuliner Bakso, Kafe and Resto Benhil di jalan Brigjen Katamso 157, Kelurahan Pangenrejo Kecamatan Purworejo, Selasa (9/11).

“Kelonggaran yang ada di Level 2 PPKM membuat beberapa sektor ekonomi bergeliat. Meski demikian, pengelola tetap harus memperhatikan prokes, jangan sampai kelonggaran yang sudah ada saat ini kembali diperketat dengan naiknya level PPKM, mari sadar bersama untuk menurunkan level PPKM ke level 1 atau ke zona hijau,” kata Woro.

Menurutnya, Purworejo memang memiliki potensi besar sebagai kota perbatasan dari keberadaan bandara YIA di Kulonprogo, Jogjakarta. Memiliki lokasi yang sangat strategis, semua sektor harus digarap secara maksimal termasuk kebudayaan dan pariwisatanya.

“Kuliner juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan jika dikemas dengan standarisasi yang baik, bagaimana caranya pengunjung atau wisatawan puas berwisata juga puas menikmati kuliner di Purworejo,” jelasnya.

Adanya bandara YIA tersebut, sambungnya, harus ditangkap sebagai peluang bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo untuk mulai menggalakkan kembali wisata kuliner.

“Sebetulnya dengan adanya bandara YIA masyarakat Purworejo memang sudah mulai harus menangkap peluang.

Terutama bagi para pengusaha kuliner di Purworejo juga harus menonjolkan sisi dan ciri khas dari Purworejo itu sendiri sebagai bentuk promosi,” ungkapnya.

Salah satu pengusaha kuliner, Dewi Sukensi, menyebut Purworejo sudah mulai longgar untuk mengawali kembali usaha kulinernya.

Artikel Menarik Lainnya :  Juara Digital Festival 73 Th DPRD Terima Hadiah Jutaan Rupiah

“Terkait level 2 PPKM di Kabupaten Purworejo kami tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung. Semua karyawan juga diwajibkan memakai masker, di depan juga disediakan tempat cuci tangan sabun dan hand sanitizer bagi para pengunjung, tempat duduk dan ruangan juga kami jaga sterilnya,” sebutnya.

Ia memilih membuka usaha Franchise Bakso Benhil yang dinilai sebagai santapan kuliner sejuta umat. Kuliner sejuta umat itu juga dikombinasikan dengan kafe dan resto yang menambah keunikan tempat tersebut.

“Purworejo menurut saya menjadi lokasi yang sangat strategis karena dekat dengan bandara YIA selain itu juga ada di jalur ke YIA dan Borobudur, kami disini juga konsepnya adalah lokasi berkumpul atau meeting point, diharapkan nantinya disini bisa menjadi meeting point para pelancong,” katanya. (top)