Lebih dari 50 Ribu Media Olinne,Tak Sampai 1000 yang Tersertifikasi

PELATIHAN. Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud, dalam Pelatihan Jurnalistik dengan tema Optimalisasi Jelajah Magelang, tahun 2021. Kamis (10/6/2021).
PELATIHAN. Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud, dalam Pelatihan Jurnalistik dengan tema Optimalisasi Jelajah Magelang, tahun 2021. Kamis (10/6/2021).

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Terdapat lebih dari 50 ribu media online di Indonesia. Namun, yang tersertifikasi dewan pers belum ada 1000 media online. Demikian ditandaskan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud.

“Ruang media digital sudah sedemikian keruhnya. Lebih dari 50 ribu media online, yang tersertifikasi dewan pers belum ada 1000. Jadilah media dan wartawan yang profesional, yang kompetensi skill mumpuni, eksplorasi etika juga mumpuni. Sehingga mampu menjaga akuntabilitas kepercayaan publik,” ucap Amir kepada peserta kegiatan Pelatihan Jurnalistik dengan tema Optimalisasi Jelajah Magelang, tahun 2021, Kamis (10/6/2021).

Kegiatan tersebut digelar PWI Kabupaten Magelang. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari Rabu  (9/6/2021) dan Kamis (10/6/2021) bertempat di Joglo Mbah Sidik, Dusun Jambean Kidul, Desa  Rambeanak Mungkid Magelang.

Narasumber lainnya, Pengurus Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Magelang Raya, Tri Mufida Nastiti, S.T,l. Ia mengajak peserta pelatihan, yang terdiri dari unsur humas lembaga pemerintah dan swasta, admin sosial media dan penggiat wisata, untuk bergabung menjadi bagian Mafindo melawan hoax di media sosial.

“Jangan terhanyut ke pusaran buzzer atau penyebar hoax yang menyesatkan. Periksa fakta secara sederhana, seperti alamat situs, atau dengan menggunakan aplikasi smart phone, yang bernama Hoax Buster Tools dari Mafindo, dalam aplikasi tersebut sudah komplit dengan situs pencarian berita hoax,” papar Fida.

Adapun narasumber ketiga adalah Kabid IKP, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Agung Kristiyanto, yang menyampaikan materi “Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)”.

Disampaikan Agung, peran Pemerintah Jateng, terkiat UU ITE, diantaranya membangun sistem elektronik E Goverment, single data system, tanda tangan surat melaui tanda tangan elektronik dengan barcode, pengembangan iklim perekonomian elektronik, pengembangan pemasaran bersifat virtual (lapak ganjar).

Artikel Menarik Lainnya :  Bus Maju Makmur Terbakar di Garasi, Beruntung Tak Ada Penumpang

Belanja langsung toko online jawa tengah (blangkon). Pemprov memonitoring analisis informasi publik, bagian Kominfo badan siber nasional pengamanan data.

“Tidak semua komunikasi informasi kami bangun melalui digital, namun masih ada yang tradisional, yaitu melalui Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra),” papar Agung.

Dan narasumber terakhir, Fotografer Antara Foto, Anis Efizudin, dengan materi “Fotografi Jurnalistik”. Disampaikan foto jurnalistik yang baik harus dapat bercerita dan memberikan dampak kemajuan kepada masyarakat luas.

“Pernah ada suatu daerah tidak mempunyai jembatan, akibatnya warga harus turun ke sungai saat menyeberang. Berulang kali foto tersebut saya beritakan. Skhirnya ada yayasan dari Jakarta mau membantu mendirikan jembatan di lokasi tersebut,” ungkap Anis.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Kabupaten Magelang, Bagyo Harsono mengatakan, kegiatan tersebut untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan peserta dari unsur humas lembaga pemerintah dan swasta, admin sosial media dan penggiat wisata, agar lebih bagus dalam mengelola media masing-masing.

“Jangan sampai lembaga ternama malah menyampaikan informasi yang tidak benar. Hal itu menjadi dasar perlunya dilaksanakan pelatihan ini,” pungkas Bagyo.(cha)