Layang-layang Unik Akan Warnai Pantai Ketawang

Layang-layang Unik Akan Warnai Pantai Ketawang
UNIK. Ribuan pengunjung menyaksikan beragam layang-layang unik dalam Purworejo Kite Festival 2018 di Pantai  Ketawang.

PURWOREJO– Puluhan klub layang-layang bakal memeriahkan festival layang-layang Purworejo Kite Festival 2019 yang dihelat di Pantai Ketawang Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag pada Sabtu-Minggu (29-30/6) mendatang. Sejumlah klub layang-layang asal mancanegara juga akan turut serta dalam event tahunan itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo, Agung Wibowo AP, menyebut sedikitnya 45 klub nasional dan 6 klub dari negara sahabat telah mendaftar sebagai peserta. Keenam negara tersebut yakni Malaysia, Jepang, India, Swedia dan Singapura. Adapun klub lokal yang ikut berasal dari Jogjakarta  ada 16 dan Purworejo ada 1.

“Salah satu klub dari Bali (35 orang) rencana akan ikut menerbangkan layang-layang terbesar di Indonesia,” kata Agung Wibowo saat memberikan keterangan di Pers Center Kompleks Kantor Setda Purworejo, kemarin.

Seperti penyelenggaran tahun lalu, dipastikan akan banyak bermunculan layang-layang unik yang diterbangkan peserta. Sedikitnya ada 5 kategori yang dilombakakan. Masing-masing yakni tradisional, dua dimensi, tiga dimensi, train naga, dan rokaku.

“Kategori yang dilombakan adalah tradisoional, layang-layang 2 dimensi, layang-layang 3 dimensi, Naga dan Lukaku. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp35 juta, trofi dan piagam,” lanjutnya.

Khusus untuk peserta dari luar negeri, mereka tidak akan mengikuti perlombaan. Mereka hanya ikut eksebisi. mengingat layang-layang mereka tentunya jauh di atas para peserta.

Agung mengungkapkan bahwa Purworejo Kite Festival 2019 menjadi bagian Romansa Purworejo 2020 dan merupakan agenda tahunan yang akan menjadi satu kekuatan guna mengangkat pariwisata di Kabupaten Purworejo. Belajar dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, banyak manfaat yang dapat diperoleh. Tidak hanya bagi Kabupaten Purworejo yang namanya akan lebih dikenal luas, melainkan juga keuntungan ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, semua peserta akan diinapkan di homestay sekitar Pantai Ketawang.

“Yang kami utamakan memang multiplayer effect untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat Desa Ketawang dan sekitarnya. Dengan adanya even ini, diharapkan pendapatan mereka akan bertambah,” ungkapnya. (top)