Layanan di Tengah Pandemi, Gulirkan SKCK Delivery Polsek Muntilan

 MAGELANGEKSPRES.COM,MUNTILAN – Untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19, satu terobosan baru yang juga dilakukan jajaran Polsek Muntilan akhir-akhir ini dengan mengeluarkan program SKCK Delivery Polsek Muntilan. Program tersebut sebagai hal baru yang dilakukan oleh kepolisian dalam rangka melayani masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

“Dalam situasi Pandemi Covid-19 ini kita pihak kepolisian tetap harus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Untuk itu salah satu program yang kita kerjakan adalah program SKCK Delivery Polsek Muntilan,” ucap Iptu Ryan Eka Cahya selaku Kapolsek Muntilan ketika dihubungi, Sabtu (20/2/2021).

Menurutnya program tersebut sangat pas dilakukan di masa pandemi seperti saat ini, sehingga proses pelayanan tetap berjalan namun protokol kesehatan tetap dapat dijalankan.

“Minimal dengan program ini yaitu kami hantarkan SKCK ke tempat tujuan, maka dapat memudahkan masyarakat dan juga mengurangi mobilitas masyarakat terutama untuk mengurangi kerumunan,” terangnya.

Seperti yang dilakukan Polsek Muntilan pada Sabtu (20/2/2021) pagi, anggota Polsek Muntilan menyerahkan secara langsung SKCK kepada pemiliknya yang beralamat di Dusun Slokopan, Desa Sokorini Kecamatan Muntilan.

“Anggota kami Aipda Siswinarno menyerahkan SKCK kepada warga yang bernama Dewi Hafiedha di Dusun Slokopan. Namun tadi yang menerima adalah bapak dari pemohon SKCK,” jelas Ryan.

Dirinya juga mengatakan jika warga masyarakat memberikan apresiasi terhadap program SKCK Delivery Polsek Muntilan ini. Mereka mengatakan sangat terbantu dan dimudahkan dalam mengurus SKCK selama Pandemi Covid19.

“Tadi warga mengapresiasi apa yang sudah coba kita lakukan. Karena mereka merasa terbantu dan dimudahkan. Apalagi ditengah Pandemi Covid-19,” terang Ryan.

Ryan berharap, program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat terutama warga Kecamatan Muntilan yang ingin mengurus SKCK. Sehingga kebutuhan warga terkait SKCK dapat terlayani dan protokol kesehatan dapat tetap dijalankan. (cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Wajib Pautuhi Prokes, 2.600 Peserta Seleksi CASN Ikuti Tes di UNY