Lapisan Tanah Pertanian Kentang di Dieng Wonosobo Sudah Hilang 50 Persen

Lapisan Tanah Pertanian Kentang di Dieng Wonosobo Sudah Hilang 50 Persen
BUDIDAYA. Area lokasi pertanian budidaya kentang di perbukitan Desa Igirmranak Kecamatan Kejajar. (foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres)
MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Kentang Dieng merupakan komoditas unggulan di Jawa Tengah (Jateng). Namun, pola penanaman dianggap belum ramah lingkungan.
“Kentang Wonosobo utamanya yang ada di dataran tinggi Dieng dan kaki Gunung Sindoro merupakan komoditas unggulan, tetapi pola tanamnya belum ramah lingkungan,” ungkap Kepala Dispaperkan Wonosobo, Dwiyama SB, Kamis (20/1/2022).
Menurutnya, tanaman kentang di Wonosobo pada umumnya membelah kontur bukan nyabuk gunung. Padahal sebagian besar petani menanam di lereng gunung atau bukit.
“Dengan pola tanaman begitu akan berdampak lapisan tanah bagian atas mudah larut terbawa air, sehingga menimbulkan sedimentasi yang tinggi,” katanya.
Sebenarnya pola tanam nyabuk gunung sudah dicontohkan oleh orang tua atau petani dahulu. Dengan cara itu tanah tidak mudah lonhadir dan tanah tidak larut terbawa air ke sungai.
“Pola tanam ramah lingkungan sudah diajarkan orang tua kita sejak dulu. Kalau di lereng ya nyangkulnya nyabuk gunung,” ujarnya.
Di sisi lain, tanaman kentang merupakan jenis umbi umbian, yang banyak menyerap unsur hara tanah. Sehingga dengan kondisi seperti saat ini maka asupan luar menjadi sangat banyak.
“Itulah yang menjadikan kebutuhan pupuk petani kentang menjadi sangat banyak,” ucapnya.
Kepala Desa Igirmranak Kejajar, Joko Trisadono mengatakan, mayoritas petani di desa yang ia pimpin menanam kentang. Namun, masih sedikit yang menjalankan pola tanam ramah lingkungan.
“Sebagian besar belum ramah lingkungan, seperti dari pola tanam hingga pemeliharaan tanaman,” katanya.
Menurutnya dampak yang terjadi, tanah pertanian di desanya mengalami pengurangan kualitas yang cukup signifikan. Ketebalan tanah berkurang 50 persen.
“Dulu zaman bapak saya, ketebalan lapisan tanah paling atas itu mencapai 60 cm sampai 1 meter. Sekarang kita lihat ketebalan tanah tinggal 30 cm,” pungkasnya. (gus)