Lantai Rumah Warga Parakan Ambles Akibat Hujan Deras

AMBLAS. Lantai di ruang tamu rumah milik Supadiyono ambles. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan lantai ruang tengah rumah milik Supadiyono, warga Dusun Karang Senen RT 01 RW 05 Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung ambles.

“Tidak menyangka kalau lantai ruang tengah bisa ambles, selama ini tidak ada tanda-tanda,” tutur Supadiyono, Kamis (18/2).

Menurutnya, hujan yang terjadi selama kurang lebih sepekan terakhir ini memang cukup deras dan waktunya juga cukup lama. Kondisi itu menyebabkan saluran air tidak mampu menampung derasnya air hujan.

Apalagi katanya, saluran air yang berada dibawah rumahnya itu ukuranya kecil. Banyaknya sampah yang terbawa air hujan juga menyumbat saluran air.

“Sampahnya banyak, saluran air tersumbat sehingga saluran air yang berada di bawah rumah pecah,” jelasnya.

Baca Juga
Kota Pusaka Parakan Bakal Direvitalisasi

Sehingga air terus menerus tahan dibawah lantai rumah, lama kelamaan air meluap ke lantai dan akhirnya ambles.

“Lantai ruang tengah tiba-tiba ambles hingga kedalaman 2,5 meter setelah terendam air,” tuturnya.

Supadiyono berharap, saluran air dari Desa Medari Kecamatan Ngadirejo hingga Desa Traji Kecamatan Parakan itu segera teratasi dengan baik agar tidak menimbulkan bencana banjir susulan.

Ia juga berharap, pemerintah desa bisa mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali hingga tahun-tahun ke depan.

“Saya beli tanah ini pada 2001 dan sudah minta yang punya tanah agar mengalihkan saluran air. Setelah terbeli, ternyata belum juga dialihkan. Karena terdesak harus segera punya rumah, saya mulai bangun pada 2004 dengan memperkuat bangunannya, selesai 2015,” bebernya.

Yohannes Terawan (31) menambahkan, perihal amblesnya lantai dikarenakan 4 buah gorong-gorong yang ada di bawah rumahnya pecah.

Artikel Menarik Lainnya :  BPJamsostek Temanggung Serahkan Jaminan Kematian kepada Keluarga Satpam Pasar Legi

“Saluran air itu terbuat dari gorong-gorong, mungkin juga usianya sudah lama. Sehingga ketika hujan deras tak lagi mampu menampung derasnya air,” cerita menantu Supadiyono ini.

Katanya, pecahnya gorong-gorong disebabkan karena aliran air tersumbat oleh tumpukan sampah. Sementara tanah yang menyangga gorong-gorong tergerus oleh air dari sebuah paralon yang diduga milik warga.

Merasa terancam dengan kondisi rumahnya saat ini, Supadiyono bersama istri, menantu, anaknya, dan 2 orang cucu yang masih balita mengungsi ke GPdi Anugrah Traji tak jauh dari rumahnya. Satu keluarga itu bermalam di sebuah ruang istirahat bekas tempat tinggal pastur.(set)