Lama Tutup, Taman Sidandang Munculkan Pasar Kali, Berkonsep Kalibrasi, Angkat Kuliner Lokal

BERBURU KULINER. Sejumlah warga dan wisatawan mendatangi Pasar Kali di objek wisata Taman Sidandang untuk berburu aneka kuliner khas Desa Kaligono, 
BERBURU KULINER. Sejumlah warga dan wisatawan mendatangi Pasar Kali di objek wisata Taman Sidandang untuk berburu aneka kuliner khas Desa Kaligono, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Setelah tutup selama beberapa bulan akibat pandemi Covid-19, objek wisata alam Taman Sidandang di  Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing akhirnya dibuka kembali. Untuk menarik wisatawan, pengelola Taman Sidandang menggelar Pasar Kali dengan konsep kalibrasi, Rabu (26/8).

Berbagai menu makanan lokal seperti Gembel, Kulup, Clorot, Kripik, Jenang Cendil, Sawut, dan Kokrok dijajakan di sejumlah lapak stand. Untuk memeriahkan pasar, pengelola juga menyuguhkan hiburan dengan penampilan kesenian Sruntul yang menjadi salah satu kesenian asli desa setempat.

“Hari ini kita bikin even dengan konsep kalibrasi yang kami maknai sebagai penyeimbang. Ketika kami harus menghadapi masa pandemi covid-19, kami dibatasi untuk beraktivitas di luar rumah. Sementara andalan wisata kami adalah wisata tirta, maka kami berupaya untuk mengangkat kembali potensi dengan cara yang lain, yaitu dengan mengangkat kuliner yang ada di Desa Kaligono ini,” kata Kelik, pengelola wisata alam Taman Sidandang.

Baca juga
Bung ToMo Serap Aspirasi Nelayan Purworejo

Menurutnya, pasar kali akan menjadi tolok ukur bagi pengelola wisata.  Jika mendapat respons baik dari masyarakat Kaligono, even serupa akan digelar secara rutin, yakni 2 kali dalam sebulan atau satu pekan sekali.

“Sebelum tempat wisata dibuka sebenarnya telah banyak pengunjung wisata yang datang. Untuk menjaga pengunjung tetap aman dan wisata juga tetap bisa jalan maka kami inisiatif membuka pasar kali ini. Jadi ada keseimbangan, ada pengunjung masuk ada kenyamanan dan keamanan serta ada pendapatan bagi warga setempat,” jelasnya.

Tak hanya membuka pasar kali, pengelola Taman Sidandang juga mengangkat kembali kesenian yang telah lama mati, yakni Sruntul. Kesenian itu asli khas Kedungrante Desa Kaligono.

“Kami juga sedang mengembangkan wisata budaya salah satunya kami mengangkat kembali kesenian asli desa Kaligono, lalu wisata edukasi dengan adanya perpustakaan alam di lokasi wisata ini,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Juara Digital Festival 73 Th DPRD Terima Hadiah Jutaan Rupiah

Dari sisi edukasi, pihaknya berharap keberadaan Taman Sidandang dapat menyadarkan masyarakat untuk bersinergi dengan alam.

“Alam itu sangat luar biasa tinggal bagaimana kita bisa merawatnya dan kita yakin akan ada manfaatnya jika bisa menjaga dan merawatnya,” tandasnya. (top)