Kurikulum Kewirausahaan SMK di Purworejo Dibedah, Disesuaikan dengan Era Millenial

DISKUSI. Suasana Diskusi bedah kurikulum kewiraysahaan SMK di SMK Kesehatan Purworejo. (Foto lukman)
DISKUSI. Suasana Diskusi bedah kurikulum kewiraysahaan SMK di SMK Kesehatan Purworejo. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – SMK Kesehatan Purworejo mengadakan Diskusi Terbatas Telaah Kritis Kurikulum Kewirausahaan SMK di Era Millenial, kemarin. Kegiatan yang diikuti guru kewirausahaan dan perwakilan MGMP PKK (Produk Kreatif dan Kewirausahaan) Kabupaten Purworejo ini, menghadirkan narasumber Endy Kurniawan, Direktur PT Saiber Dunia Imaji, Jakarta.

Menurut Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, M.Pd, tujuan dari kegiatan ini, bagaimana bisa mengkaji ulang atau menginovasi kaitannya dengan materi-materi kurikulum di PKK.

“Karena sekarang tantangan dunia usaha di Indonesia dan dunia sudah berubah drastis pasca wabah Corona,” ungkap Nuryadin, usai diskusi.

Sehingga, kata Nuryadin, dari sisi sekolah juga harus menangkap dan melakukan perubahan-perubahan yang terjadi, kaitannya dengan pengembangan bisnis maupun pengembangan kewirausahaan.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan wawasan kepada para guru, khususnya guru PKK di SMK Kesehatan Purworejo, dan guru PKK di kabupaten Purworejo melalui MGMP nya, untuk lebih profesional, lebih bisa menerapkan materi-materi yang disampaikan ke anak itu betul-betul sesuai dengan kebutuhan anak atau Millenial.

“Jadi jangan sampai mapel PKK itu membosankan atau semacamnya. Karena anak-anak sekarang sudah jauh banget, sehingga guru dituntut mau belajar dan mengikuti perkembangan anak-anak dan perkembangan dunia usaha dan dunia industri yang begitu berkembang dengan cepat,” ujar Nuryadin.

Endy Kurniawan, Direktur PT Saiber Dunia Imaji, Jakarta selaku narasumber juga menyampaikan, bahwa industri memandang, mengupdate, atau membuat relevan materi kewirausahaan khususnya di SMK itu sebagai bagian dari tanggungjawab, juga bagian dari membangun ekosistem bagi industri.

“Karena industri atau bisnis itu membutuhkan, misalnya, tenaga kerja dari SMK. Tetapi kita juga punya kepentingan untuk membangun ekosistem wirausaha yang bagus diantara guru-guru dan SMK,” kata Endy.

Dia secara pribadi mengaku senang sekali ada kesempatan berbagi dengan para guru SMK, khususnya guru kewirausahaan SMK di Purworejo, karena ini memberikan wawasan.

“Dan yang penting adalah nantinya membuat anak didik itu terupdate juga sehingga output dari pendidikan kewirausahaannya itu terus relevan dengan perkembangan industri,” ungkap Endy.

Ketua MGMP PKK Kabupaten Purworejo, Sri Harnani, SPd, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kepala SMK Kesehatan Purworejo.

“Kegiatan ini mengawali dari kemajuan teman-teman kita nanti dalam memberikan pembelajaran kepada siswa,” kata Nani, panggilan akrab Sri Harnani.

Menurutnya, ini merupakan ide-ide yang betul-betul kreatif dari kepala sekolah. Selama ini belum terpikirkan ada kegiatan diskusi yang menelaah bagaimana kurikulum PKK itu yang disesuaikan dengan perkembangan jaman.

“Dengan adanya diskusi yang terbatas ini, nanti akan kita bawa ke MGMP. Dan tadi saya sudah sampaikan ke narasumber, untuk dilakukan Diklat teman-teman kita,” jelas Nani.

Jadi, menurut Nani, tidak hanya berhenti disini. Tapi dilanjutkan dengan pelatihan juga, supaya guru-guru PKK ini betul-betul mengerti cara menyampaikan materi pada anak sesuai tuntutan jaman sekarang ini. (luk)