Kurang Regenerasi, Perajin Tanduk Kerbau Berkurang 75 %

0
212
Kurang Regenerasi, Perajin Tanduk Kerbau Berkurang 75 %
TANDUK. Mengolah limbah tanduk menjadi kerajinan bernilai seni tinggi di Desa Pucang Kecamatan Secang.

PUCANG – Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang yang terkenal dengan penghasil kerajinan souvernir berbahan tanduk, saat ini mulai berangsur-angsur kekurangan tenaga kerja atau perajin tanduk.

“Kurangnya regenerasi membuat perajin tanduk di Pucang mengalami krisis. Bisa dikatakan perajin tanduk kerbau berkurang 75%,” ucap salah satu perajin tanduk Desa Pucang, Basyir.

Usaha kerajinan tanduk menjadi primadona dari tahun 1989 hingga saat ini. Desa Pucang juga pernah meraih juara 1 desa kreativitas dalam lomba desa vokasi pada tahun 2010.

Namun karena sebagian besar perajin sudah beralih ke kerajinan berbahan dasar kayu. Ditambah banyak perajin tanduk yang sudah meninggal dunia, serta generasi penerusnya tidak ada. Hal tersebut membuat krisis perajin tanduk di Pucang, yang kini tinggal empat rumah perajin yang masih konsisten berproduksi.

“Bahan baku tanduk sebenarnya masih mudah didapat. Harapan saya produksi kerajinan tanduk tetap masih bisa jalan.

Untuk mencari perajin tanduk agak kesusahan, karena untuk memproses tanduk menjadi kerajinan  tanduk itu butuh sentuhan seni,” papar Basyir.(cha).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here