Kunjungi Temanggung, Zulkifli Hasan Minta Muhammadiyah dan NU Menguatkan Integritas Kebangsaan

Kunjungi Temanggung, Zulkifli Hasan Minta Muhammadiyah dan NU Menguatkan Integritas Kebangsaan
Wakil Pimpinan MPR-RI sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan saat berkunjung ke KabupatenTemanggung dan disambut Bupati HM Al Khadziq di Pendopo Pengayoman, Kamis (3/3) siang. Foto: rizal ifan chanaris.
TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Wakil Pimpinan MPR-RI sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengecam keras aksi peperangan yang terjadi antara militer Rusia dan Ukraina sejak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, peperangan adalah sebuah aksi yang menyengsarakan kemanusiaan sekaligus pelanggaran terhadap aspek Hak Asasi Manusia (HAM).
Tak hanya banyak korban jiwa, termasuk anak-anak, peperangan antar kedua negara itu juga telah merusak berbagai fasilitas umum di negara masing-masing.
Oleh sebab itulah, ia meminta agar perang yang berpotensi memunculkan jumlah korban berjatuhan dalam jumlah yang lebih banyak itu harus segera diakhiri.
“Zaman kan sudah modern. Harusnya perang menjadi pilihan terakhir atau pilihan terburuk. Masih ada jalan damai berunding, diskusi, dan adu pendapat dengan dimediasi oleh lembaga internasional,” kecamnya.
Menyikapi tragedi tersebut, pihaknya meminta seluruh warga negara Republik Indonesia untuk bersatu menjaga stabilitas negara. Tujuannya adalah agar negara ini memiliki imun yang kuat dan tidak terpengaruh oleh berbagai macam ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Bukan tanpa sebab, Zulkifli menyebut, akhir-akhir ini banyak sekali terjadi ancaman, baik secara langsung maupun melalui dunia maya yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Oleh sebab itulah, jelang Pemilu serentak, baik Pilkada maupun Pilpres, ia meminta agar masyarakat menjaga stabilitas dengan tidak terpengaruh isu-isu provokatif, khususnya di berbagai media sosial yang dianggap tidak produktif bahkan polutif.
“Tujuan merdeka itu adalah bersatu, berdulat, adil, dan makmur. Syarat stabilitas itu adalah guyub rukun, akur begitu dalam kontek wawasan kebangsaan. Jangan mudah terprovokasi media sosial yang sangat polutif. Lihat saja ke belakang. Pernah ada istilah Kampret lah, Cebong lah. Jangan bikin gaduh negara ini. Maka, saya minta NU dan Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang besar untuk menguatkan integrasi kebangsaan. Tidak usahlah terpengaruh aliran-aliran Islam yang jumlahnya kecil dan baru ramai muncul di tahun 1998 an. Salah satunya Ikhwanul Muslimin. Kita ini NKRI yang berideologi Pancasila titik,” tegasnya.
Senada, Bupati Temanggung, HM Al Khadziq mengaku bahwa khusus di wilayah Kabupaten Temanggung, masyarakatnya sangat inklusif. Semua hidup berdampingan tanpa ada unsur membeda-bedakan yang berpotensi menyebabkan perpecahan umat.
“Seperti kata Pak Zulkifli, NU dan Muhamadiyah harus bersatu padu menjaga benteng persatuan negara. Kami selaku pemerintah senantiasa berkomitmen mewujudkan Temanggung yang agamis, nasionalis, serta Pancasilais,” pungkasnya. (riz)