Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun 77 Persen

Kunjungan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah ke Dieng
ANGKA. Pandemi dan pembatasan kegiatan berimbas pada penurunan angka kunjungan ke Dieng dalam paparan kunjungan komisi B DPRD Jateng.

MAGELANGEKSPRES.COM, DIENG – Tim Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah membahas efektivitas protokol kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan dampak pandemi covid -19 terhadap sektor pariwisata falam agenda kunjungan kerja di Destinasi Dieng Kabupaten Banjarnegara, belum lama ini.

Dari data yang dipaparkan pada pertemuan di Pendopo Soeharto Withlam, kunjungan wisatawan nusantara turun 34 persen dan wisatawan mancanegara turun 77 persen dibandingkan kunjungan tahun sebelumnya.

Kepala Disparbud Banjarnegara, Agung Yusianto mengatakan, pembatasan pengunjung masih terus dilakukan.

“Wabah pandemi covid-19 berdampak pada penurunan angka kunjungan wisatawan di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. Untuk wisatawan nusantara turun 34 persen dan wisatawan mancanegara turun 77 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini berpengaruh pada stabilitas ekonomi masyarakat juga Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata,” tuturnya.

Baca Juga
Atap Pasar Kliwon Rejo Amertani Bocor, Pedagang Ogah Buka Lapak

Dalam pertemuan itu juga dijelaskan Obyek Candi Arjuna, wisata air dan hiburan atau karaoke tetap tutup, namun untuk wisata alam tetap dibuka dengan pemberlakuan pembatasan jam kunjungan pukul tujuh sampai empat sore, dan pembatasan pengunjung 30 persen dari hari normal.

Dalam kunjungan 8 anggota Komisi B DPRD Provinsi itu, juga dihadiri Kasi Pengembangan Destinasi mewakili Kadisporapar Prov Jateng  dan Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa Alif Faozy. Agung juga menjelaskan terkait kebijakan Bupati Banjarnegara dalam hal peningkatan aksesibilitas menuju Dieng melewati jalur baru.

“Untuk jalur Singomerto, Pagentan dan Pejawaran akan menghemat jarak tempuh sekitar 7 km, hal ini guna menangkap peluang banjirnya wisatawan dari arah barat dengan dibukanya Bandara Soedirman di wilayah Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi M. Ngainirrichad menekankan perlunya dibuka kerjasama sinergitas dan membuka diri dalam menggiatkan wisata perbatasan antara Banjarnegara dan Batang, karena akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Artikel Menarik Lainnya :  600 Pedagang Pasar Pagi Kertek Putuskan Cari Tempat Aman

Sementara itu, Kasi Pengembangan Destinasi Disporapar Prov Jateng Hendrawan, menyebut pihaknya mengupayakan membangun kerjasama dengan kabupaten dan lembaga terkait.

“Dieng merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang mempunyai kondisi multi pengelolaan maka Disporapar prov Jateng akan berupaya mengadakan MOU antara Kabupaten Banjarnegara — Kemendikbud –Kemen LH – Kabupaten Wonosobo – Batang dan PT Dieng Jaya, ke arah single management untuk mempercepat perkembangan dan kemajuan Kawasan Wisata Dieng,” pungkasnya. (win)