Kualitas Perbaikan Bekas Galian Pipa PDAM di Bandongan Bobrok, Warga Lapor Walikota Magelang

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang dilaporkan warga.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang dilaporkan warga.

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dituding tak pernah beres normalisasi bekas galian pipa, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang dilaporkan warga. Itu setelah beberapa titik aspal/hotmix di sepanjang Jalan Bandongan Raya (Trasan-Tonoboyo) kerap menjadi korban normalisasi yang buruk dari perusahaan plat merah milik Pemkot Magelang tersebut.

Puncaknya, seorang warga Bandongan, Tri W melaporkan bobroknya perbaikan bekas galian PDAM di beberapa titik seperti Desa Trasan hingga Desa Bandongan. Padahal saat ini, Jalan Raya Bandongan-Kaliangkrik, yang merupakan jalan provinsi tersebut sedang proses peningkatan dan perluasan jalan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah.

Tri pun melaporkan keluhannya melalui surat kepada Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz dengan tembusan Ketua DPRD, Inspektur Inspektorat, dan Direktur PDAM.

Di dalam surat itu, ia juga merinci beberapa titik bekas galian PDAM yang justru menimbulkan gelombang baru. Seperti di Dusun Plikon Desa Trasan, depan Balai Desa Trasan, depan SD Negeri 2 Trasan, Kabupaten Magelang dan Jalan Alibasa Sentot di Meteseh Kota Magelang.

Tri menjelaskan bahwa dirinya adalah pengguna jalan yang setiap harinya melintasi Jalan Raya Bandongan-Magelang. Dirinya menilai usaha Pemprov Jawa Tengah melakukan peningkatan kapasitas dan kualitas Jalan Trasan-Bandongan tahun 2021 yang masih berlangsung tersebut, seakan hanya sia-sia karena dengan mudah dirusak oleh tim layanan PDAM.

“Bahkan jalan yang baru diperbaiki Pemprov Jateng dibongkar, lalu ditambal lagi dengan kualitas kurang baik. Pengerjaannya terkesan asal-asalan,” katanya.

Warga lainnya, ketika ditemui wartawan, juga dengan kompak mengeluhkan kinerja PDAM. Bukan karena pasokan air minum yang tersendat, akan tetapi mereka mengeluhkan soal galian aspal yang tidak diperbaiki dengan sempurna.

“Memang di sisi lain PDAM sangat penting untuk masyarakat. Bagaimanapun itu sumber satu-satunya warga untuk dapat mengonsumsi air. Tapi yang disesalkan, kenapa tiap kali ada galian pipa, perbaikannya selalu setengah-setengah. Jadi jalannya tidak nyaman terkena lubang galian,” kata warga Desa Trasan, Denny Safitri (25).

Artikel Menarik Lainnya :  Masuk Taman Kyai Langgeng, Pengunjung Tak Perlu Aplikasi PeduliLindungi

Dia menjelaskan, sepanjang Jalan Raya Bandongan saja, sudah banyak terdapat lubang jalan akibat perbaikan yang dilakukan PDAM. Padahal jalan itu merupakan jalan provinsi, yang bila terjadi kerusakan, maka Pemprov Jateng lah yang paling bertanggung jawab.

“Yang saya tahu, jalan provinsi tidak ada sama sekali kewenangan dilakukan pemerintah daerah tingkat dua. Apalagi PDAM, mereka sebenarnya tidak berwenang mengobrak-abrik jalan yang sudah bagus,” jelas dia.

Senada juga diutarakan, Wahyu Nugraha (28). Menurutnya, kerusakan Jalan Raya Bandongan-Kaliangkrik terlebih di sisi selatan itu membuat pengguna jalan terganggu. Betapa tidak, hampir di sepanjang jalan tersebut terlihat bekas-bekas galian PDAM yang tidak diperbaiki sempurna.

“Termasuk kondisi aspalnya juga saya kira berbeda. Ini kelasnya murahan. Sudah banyak yang berlubang,” tukas dia.

Menurut alumni mahasiswa UNTIDAR ini, PDAM menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kerusakan jalan di ruas sisi selatan itu. Karena bagaimanapun perbaikan yang tidak maksimal juga akan membuat kondisi jalan tak awet dengan tingginya aliran air saat hujan tiba.

Bahkan, Wahyu menuding, kecenderungan perbaikan setengah hati ini, adalah tindakan yang sudah kelewat batas. Sebab, jumlah galian dalam kurun waktu setahun saja selalu akan bertambah banyak.

“Kalau mau jujur ya Mas, sebenarnya apa sih untungnya bagi warga Bandongan dengan keberadaan PDAM ini. Tidak ada. Air kami dipakai, tapi timbal baliknya jalan kami dirusaki. Ini puncak kekesalan kami. Selama ini kami hanya diam,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Teknik, PDAM Kota Magelang Suroso membenarkan bila pihaknya baru saja memperbaiki beberapa pipa di sepanjang Jalan Raya Bandongan. Penggalian jalan aspal menjadi satu-satunya cara untuk memperbaiki pipa yang rusak.

Artikel Menarik Lainnya :  Wajib Pautuhi Prokes, 2.600 Peserta Seleksi CASN Ikuti Tes di UNY

“Pipa jenis PVC kita pecah yang ukurannya 10 inchi. Kerusakan pipa ini disebabkan karena proyek perbaikan Jalan Raya Bandongan. Kemungkinan terkena alat berat, karena ruas jalan juga turut dilebarkan,” ujarnya.

Suroso juga mengakui jika kualitas aspal yang dimiliki PDAM Kota Magelang berada di bawah kualitas hotmix pada umumnya. Hal ini karena keterbatasan peralatan yang dimiliki PDAM.

“Terima kasih atas masukan warga ini. Kami akan segera tinjau ulang untuk penyempurnaan. Termasuk soal peningkatan kualitas aspal perbaikan bekas galian pipa,” pungkasnya. (wid)