Kreatif, Warga Temanggung Semarakan HUT RI dengan Lampion dari Plastik Bekas

Kreatif, Warga Temanggung Semarakan HUT RI dengan Lampion dari Plastik Bekas
Lampion berbahan sampah plastik bekas kemasan minuman kreasi para warga Kampung Temanggung Lor, Kelurahan Temanggung II, Kecamatan/Kabupaten Temanggung ini mampu menarik minat masyarakat untuk berfoto selfie. Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Bulan Agustus adalah momentum yang teramat spesial bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, seluruh warga negara tengah merasakan gegap gempita dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Tak heran apabila sukacita tersebut dimanifestasikan ke dalam berbagai bentuk kemeriahkan oleh masyarakat di berbagai penjuru daerah, termasuk gang-gang kampung maupun pedesaan.

Seperti yang terlihat di Kampung Temanggung Lor, Kelurahan Temanggung II, Kecamatan/Kabupaten Temanggung. Seluruh warga di tempat ini memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang ke-77 dengan cara menghias seluruh permukiman dengan beragam aksesoris serta atribut.

Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah hiasan berupa lampion-lampion berwarna-warni nan organik. Bukan sembarang lampion, namun lampion yang bergelantungan di akses gang-gang permukiman penduduk tersebut dibuat dari bahan limbah sampah plastik bekas minuman kemasan.

Limbah-limbah yang sengaja dikumpulkan tersebut lantas diolah dan dikreasikan ke dalam beraneka rupa bentuk dan warna. Tak hanya pada saat siang hari, cahaya lampion tersebut akan semakin terlihat estetik dan sarat akan nilai artistik kala malam hari tiba.

“Seluruh RT di Kampung Temanggung Lor ini memang memiliki ide dan kreatifitas mengubah limbah sampah plastik bekas minuman menjadi aneka lampion dengan beragam warna. Selain sebagai bentuk cara memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 pada tahun ini, dipilihnya limbah sendiri memiliki alasan yang sangat fundamental. Yakni warga ingin mengkampanyekan tentang masalah kebersihan dan ajakan mengurangi volume sampah di tingkat rumah tangga,” jelas salah seorang warga, Herdiantoro Inarisnandar (33), Jumat (19/8/2022).

Nyatanya, lampion-lampion berbahan limbah karya warga itu juga mampu menyedot perhatian masyarakat yang kebetulan tengah melintasi perkampungan tersebut, meski hanya untuk sekedar menyempatkan diri berfoto selfie.

“Saya sering melintasi jalan di kampung ini. Kok saya amati lampion-lampion yang bergelantungan itu bagus sekali. Saya amati lagi bahannya kok dari plastik bekas kemasan minuman. Jadi sangat menarik. Baik siang maupun malam sama instagramable nya. Ya udah saya sempatkan selfie. Salut pokoknya,” ujar Ilhamsyah (37), warga yang tengah melintas. (riz)