KPU Kota Magelang Memonitoring Kinerja PPDP Secara Sampling

MONITORING. Komisioner KPU Kota Magelang mendatangi sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada saat penyerahan laporan hasil coklit tahap ketiga.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG -KPU Kota Magelang melakukan monitoring dan pemeriksaan kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kelurahan se-Kota Magelang. Tujuan dari monitoring dan pemeriksaan kinerja PPDP tersebut adalah untuk memastikan bahwa PPDP dalam melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Magelang, Bambang Sarwodiono menjelaskan monitoring dilakukan dengan mendatangi rumah pemilih, memakai semua identitas PPDP, membawa semua alat kerja PPDP dan juga selalu mengenakan alat pelindung diri, berupa masker, face shield, sarung tangan dan handsanitizer. Monitoring dan pemeriksaan dilakukan selama dua hari yaitu  4 dan 5 Agustus 2020. Monitoring dilakukan untuk menindaklanjuti SE KPU RI No. 612 tahun 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan metode sampling. Jumlah sampling adalah 3  PPDP di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS)

Baca juga
Golkar Deklarasikan Dukungan pada Aman

“Komisioner KPU Kota Magelang mendatangi sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada saat penyerahan laporan hasil coklit tahap ketiga .Dalam kegiatan tersebut, PPS memilih 3 PPDP sebagai objek sampling dengan kriteria yaitu yang sudah selesai melaksanakan coklit, yang pencapaian coklitnya masih di bawah target, yang mencoklit di wilayah yang masyarakatnya ada yang diisolasi karena dampak dari pandemi Covid 19,” terang dia.

Bambang menambahkan dari hasil monitoring dan pemeriksaan secara sampling tersebut, dapat disimpulkan dan dianalisa bahwa ada permasalahan yang dihadapi dan upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan kendala dan hambatan tersebut. Ada beberapa masalah yang dihadapi dan sudah dapat diselesaikan, seperti pemilih yang secara administratif terdaftar di A KWK, tetapi warga sekitar tidak tahu keberadaannya. Upaya yang dilakukan adalah berkoorsinasi dengan RT / RW atau petugas administrasi kependudukan di kelurahan untuk menemukan keberadaan dari pemilih tersebut. “Kesulitan mendatangi warga yang tempat tinggalnya tertutup rapat dan tidak mau ditemui. Upaya yang dilakukan adalah dengan meminta bantuan ke Tokoh atau orang yang disegani warga untuk dapat dipertemukan dan bersedia untuk dicoklit. Selain itu, kesulitan mendatangi warga yang sedang isolasi karena terkena paparan Covid-19, dan Lingkungan di sekitar warga tersebut enggan menerima tamu siapapun termasuk PPDP. Upaya yang ditempuh adalah meminta kepada RT lengkungan tersebu untuk mendampingi PPDP saat coklit,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Polisi Datangkan Ahli Psikologi untuk Mendalami Kepribadian IS, Dukun Pengganda Uang yang Tega Meracuni 4 Pasiennya

Ia memgungkapkan monitoring serta pemeriksaan kinerja PPDP, terkonfirmasi bahwa 90 % PPDP coklitnya sudah mencapai 90 %. Sementara 10 % PPDP target coklitnya masih belum mencapai 70 % dilakukan pendampingan langsung oleh PPS, agar PPDP tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal. “Kami berharap saat tahapan coklit selesai, semua warga yang tercantum di A-KWK sudah didatangi oleh PPDP,”tandasnya. (hen)