KPPN Magelang Gelar Workshop Sakti Manajerial

PENYAMPAIAN. Kepala KPPN Magelang, Nurhidayat menyampaikan materi SPAN dan SAKTI dalam Workshop Sakti Manajerial, Selasa(28/9).
PENYAMPAIAN. Kepala KPPN Magelang, Nurhidayat menyampaikan materi SPAN dan SAKTI dalam Workshop Sakti Manajerial, Selasa(28/9).

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Transformasi Pengelolaan Keuangan Negara ditandai dengan implementasi SPAN di pihak Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) dan implementasi SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) di pihak Kementerian/Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

SPAN yang melibatkan Ditjen Anggaran dan Ditjen Perbendaharaan (termasuk KPPN sebagai Kuasa BUN) sudah lebih dahulu diimplementasikan. Adapun SAKTI yang melibatkan seluruh Satuan Kerja Pengelola APBN, implementasinya dilakukan secara bertahap melalui Piloting SAKTI yang puncaknya berupa Roll Out kepada seluruh Satuan Kerja Non Piloting mulai awal 2022.

Dalam rangka persiapan Roll Out SAKTI tersebut, KPPN Magelang telah mengadakan End User Training SAKTI kepada seluruh operator pada Satuan Kerja di wilayah pembayaran KPPN Magelang, Selasa (28/9). Kegiatan yang diisi dengan Bimbingan Teknis ini telah dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2021 sampai dengan 3 September 2021.

Mempertimbangkan bahwa efektivitas implementasi SAKTI tidak hanya memerlukan dukungan operator yang handal namun juga dukungan level manajerial, maka KPPN Magelang pada tanggal 28 September 2021 mengadakan Workshop SAKTI Manajerial dengan mengundang seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di wilayah pembayaran KPPN Magelang.

Kepala KPPN Magelang Nurhidayat menyampaikan materi SPAN dan SAKTI merupakan program berskala besar di bidang Keuangan Negara yang bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan perbendaharaan negara melalui penyempurnaan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi. “Terdapat enam aplikasi eksisting yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja dalam pengelolaan Keuangan Negara maupun pelaporannya. Dengan adanya SAKTI seluruh aplikasi tersebut terintegrasi menjadi satu yaitu Satu Database untuk semua pengguna, Satu Aplikasi untuk tahap penyusunan sampai dengan pertanggungjawaban APBN dan Satu Aplikasi untuk semua level. Dengan demikian maka “Cukup Satu … SAKTI,”jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  E-KTP Anda Rusak? Disdukcapil Kota Magelang Siap Ganti yang Baru

Ditambahkan Kepala KPPN Magelang, Kelebihan SAKTI dibanding aplikasi eksisting yaitu Open Platform (dapat diakses berbagai macam perangkat dan Multi OS), Kemudahan Distribusi (pengguna tidak perlu melakukan instal/update aplikasi), Kemudahan Akses (menggunakan jaringan internet), tidak memerlukan spesifikasi hardware tinggi (spesifikasi hardware pengguna tidak terlalu mempengaruhi kecepatan proses) dan Antarmuka yang fleksibel (besar kecilnya tampilan sesuai dengan layar perangkat yang digunakan).

“Dengan implementasi SAKTI proses bisnis pelaksanaan anggaran tidak mengalami perubahan. Demikian pula dengan kebijakan penyusunan Laporan Keuangan karena SAKTI hanya merupakan tools. Kelima kinerja SAKTI setidaknya telah dibuktikan bahwa data transaksi yang diproses melalui aplikasi SAKTI berkontribusi terhadap perolehan opini WTP BA 015 untuk tahun 2017, 2018, 2019, dan BA 078 untuk tahun 2019. Selain itu sepanjang tahun 2020, sebanyak 130 ribu usulan revisi DIPA termasuk pengesahan POK kewenangan Satker dan 334 ribu Surat Perintah Membayar diproses melalui SAKTI,”imbuhnya.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan diskusi yang diwarnai beberapa pertanyaan dan masukan yang bervariasi.

Mengakhiri seluruh rangkaian acara, Nurhidayat menegaskan kembali pentingnya perhatian  level manajerial dalam mendukung kelancaran implementasi SAKTI. “Dukungan dimaksud setidaknya berupa memaksimalkan pemberdayaan operator, validator, approver sampai dengan dukungan sarana dan prasarana,”tegasnya. (adv)