Kota Magelang Raih UHC Tertinggi, Aziz : Bukan Karena Walikotanya

APRESIASI. Secara simbolis Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memberikan apresiasi kepada jajarannya setelah Kota Magelang dinobatkan UHC tertinggi di Jawa Tengah dengan capaian 99,13 persen.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
APRESIASI. Secara simbolis Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memberikan apresiasi kepada jajarannya setelah Kota Magelang dinobatkan UHC tertinggi di Jawa Tengah dengan capaian 99,13 persen.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta menyerahkan sertifikat kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) kepada Pemkot Magelang. Penghargaan itu diberikan karena sebanyak 126.281 jiwa atau 99,13 persen penduduk Kota Magelang sudah memiliki Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

Sertifikat diserahkan oleh Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta, Dwi Martiningsih, kepada Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz di halaman kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Rabu (9/6).

Dwi Martiningsing mengapresiasi kinerja Pemkot Magelang atas capaian itu. Menurutnya, hal ini menandakan adanya dukungan dan komitmen pemerintah setempat dalam pelaksanaan program JKN-KIS, khususnya di Jawa Tengah.

“Ini menunjukkan bahwa Kota Magelang memiliki komitmen yang tinggi, dan memiliki niat yang tulus untuk menyejahterakan warganya,” kata Dwi.

Ia menyebutkan, dari angka tersebut maka warga Kota Magelang yang belum menjadi peserta JKN-KIS sebanyak 1.113 jiwa atau 0,89 persen. UHC merupakan persoalan yang serius. Program ini sangat baik dan perlu dukungan Pemerintah Daerah dan memiliki manfaat yang tinggi.

Ia menambahkan, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJM 2020-2024 bahwa pemerintah menetapkan UHC minimal 98 persen penduduk terdaftar dalam Program JKN pada tahun 2024. Selain Kota Magelang, daerah di Jawa Tengah dengan UHC tertinggi kedua adalah Kota Semarang yakni 95,45 persen.

“Karenanya Kota Magelang lebih cepat 3 tahun dalam merealisasikannya dan ini daerah yang pertama di Provinsi Jawa Tengah yang mendeklarasikan UHC diatas 98 persen,” tandas Dwi.

Sementara itu, Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, capaian ini merupakan hasil kekompakan seluruh komponen dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga legislatif, Forkompimda, termasuk masyarakat, dan BPJS Kesehatan.

Artikel Menarik Lainnya :  Tim Timor Amankan Pelajar yang Diduga akan Tawuran

“Beberapa komponen kita sangat luar biasa, bukan karena Walikotanya. UHC mencapai 99,13 persen bukan dari saya tapi kinerja Bapak/Ibu semua. Sebab tanpa dukungan itu tidak mungkin tercapai,” ungkapnya.

Aziz meminta kepada semua pihak yang memiliki tanggung jawab di Kota Magelang, agar hadir di tengah masyarakat.

“Semua yang punya tanggungjawab harus “be there”, di tempat, nyawiji dengan masyarakat. Kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (wid)