Kota Magelang Raih Juara 1 Lomba Hemat Energi Tingkat Jateng

JUARA. Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina menerima penghargaan Hemat Energi Listrik dan Air Tahun 2020 katagori Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah, dari Gubernur Ganjar Pranowo, 
JUARA. Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina menerima penghargaan Hemat Energi Listrik dan Air Tahun 2020 katagori Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah, dari Gubernur Ganjar Pranowo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Kota Magelang berhasil meraih juara pertama Penghargaan Hemat Energi Listrik dan Air Tahun 2020 katagori Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah. Penghargaan diberikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina bertepatan pada kegiatan peringatan HUT ke-70 Jateng di Semarang, akhir pekan lalu.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang Arif Barata Sakti mengatakan, instansinya ditunjuk mewakili Kota Magelang karena memiliki Inovasi terkait Penghematan Energi Listrik Air dan BBM. Balitbang berhasil lolos setelah mengikuti seleksi dan penilaian daring pada 6 Juli 2020 lalu.

Menurut Arif, kegiatan hemat energi dan air sudah dilakukan sejak tahun 2017. Sejumlah kegiatan seperti komponen kebijakan yang bersifat administratif maupun implementatif telah dipraktikkan.

“Dari sisi implementasi sudah dilakukan sosialisasi gerakan 3M meliputi mematikan listrik, mencabut stop kontak dan memastikan AC di Suhu 25 derajat minimal,” kata Arif, Selasa (18/8).

Berawal dari gerakan hemat energi dan air di Balitbang akhirnya menjalar ke semua ASN. Bahkan, itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh unsur ASN dan pelaksana di Balitbang pada tanggal 29 Maret 2018.

Arif menambahkan selain komitmen ada pula inovasi unggulan hemat energi di Balitbang. Inovasi itu bernama PLTJR on Grid.

“Karya ini merupakan hasil Krenova Masyarakat tahun 2018 dari Patra Agung Wirayuda. Inovasi ini berupa pemasangan panel surya penghasil listrik yang langsung terintegrasi atau diintegrasikan dengan meteran listrik di kantor Balitbang melalui sebuah converter (ICA) yang merubah dari AC menjadi DC,” ujarnya.

Baca juga
Kasus Meningkat, Perketat Operasi Masker

Hasil yang diperoleh dari pemanfaatan alat ini rupanya mampu menghemat pemakaian listrik, terutama pada penggunaan alat-alat elektronik seperti kipas angin TV dan alat elektronik lainnya. Arif menyebut bahwa meski dinyalakan, tetapi meteran tidak berjalan bahkan mampu menghemat listrik sebesar 4 KWH per hari dari kebutuhan 40 KWH per hari.

Artikel Menarik Lainnya :  Jadi Korban PHK, Kini Pria di Magelang Ini Jadi Pengusaha Helm

“Dengan alat ini yang memanfaatkan sinar matahari ini sangat membantu penghematan yang cukup signifikan. Data pemakaian listrik dan air tiap bulan bisa terpantau dengan baik,” jelas Arif.

Keunggulan dari alat ini, kata dia, mampu menciptakan sumber energi terbarukan dengan sinar matahari yang tidak akan pernah habis. Selain itu, mampu menghasilkan perubahan enegeri panas menjadi energi listrik.

“Sifatnya bisa sebagai sumber energi alternatif untuk masa masa depan, karena sinar matahari tidak pernah habis,” tandasnya.

Ia menuturkan, beberapa inovasi pendukung pelaksanaan Hemat Energi dan Air di Balitbang antara lain Grey water Treatment, yakni instalasi pengolah limbah rumah tangga dengan sistem fitoteknologi menjadi air layak konsumsi, inovasi bank sampah inti, taman inovasi, dan galeri inovasi.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini kita juga sudah pakai kran air dan tempat sabun yang memakai sensor, sehingga penggunaan jumlah air dan sabun untuk cuci tangan bisa terkontrol,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina mengaku bangga Kota Magelang berhasil meraih penghargaan ini. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa masyarakatnya senantiasa inovatif dan kreatif terlebih di masa pandemi Covid-19.

“Inovasi kita terkait penghematan listrik air dan BBM diapresiasi, karena kita memang selalu serius dalam berkomitmen, mencetuskan ide-ide kreatif di bidang apapun, apalagi ini kaitannya dengan sumber daya tak terbarukan,” kata Windarti.

Windarti juga mendorong seluruh OPD dan masyarakat untuk membudayakan hemat energi listrik, air dan BBM dengan cara yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mematikan lampu jika tidak terpakai.

“Budaya hemat itu harus ada di kehidupan sehari-hari, contoh sederhana saja mematikan lampu kalau tidak terpakai, pakai air secukupnya dan sebagainya. Ini sudah cukup membantu menghemat sumber daya tak terbarukan sehingga bisa dinikmati anak cucu kita kelak,” ungkap Windarti. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Gegara Erick Thohir, Toilet Umum di Kota Magelang Akhirnya Digratiskan