Kota Magelang Level 2, Salat Tarawih Boleh 75 Persen

Kota Magelang Level 2, Salat Tarawih Boleh 75 Persen
SIMAAN. Di bulan Ramadan ini, warga memenuhi lokasi Masjid Agung Kauman Kota Magelang untuk menggelar pembacaan ayat suci Alquran, atau simaan. Foto: wiwid arif/magelang ekspres

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Kali ini, Kota Magelang mengalami turun level, menjadi level 2 mulai 5 April hingga 18 April.

Pada periode ini, seluruh daerah di Jawa Tengah, berstatus level 1 dan 2 saja. Tidak ada daerah dengan level 3 di provinsi ini.

Penetapan level PPKM tersebut berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 20 Tahun 2022 tentang PPKM Jawa Bali. Berdasarkan aturan ini, kapasitas pengunjung restoran, kafe, warung makan, ditetapkan maksimal 75 persen. Jenis usaha itu diizinkan buka sampai pukul 22.00 dengan protokol kesehatan secara ketat.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono mengaku bersyukur sekarang ini banyak pelonggaran aktivitas masyarakat. Pelonggaran itu yakni saat bulan Ramadan, masyarakat masih dapat menggelar salat tarawih dengan kapasitas 75 persen.

”Level 2 ini dari tadinya 50 persen sekarang menjadi 75 persen dari total kapasitas tempat ibadah. Tentu ini kita syukuri. Namun untuk PTM 100 persen belum. Kita masih 50 persen, kalau sudah level 1 baru nanti (100 persen),” katanya, Rabu (5/4).

Ia menilai, turunnya kasus Covid-19 di Kota Magelang secara signifikan selama beberapa pekan terakhir karena sejumlah faktor. Menurut Joko, faktor tersebut karena tingginya capaian vaksinasi dosis ketiga (booster) hingga terciptanya herd immunity (kekebalan kelompok).

”Penurunan level ini tentunya berkat usaha masyarakat dan semua komponen, yang bersatu padu, kompak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Termasuk juga ditengarai tingginya capaian vaksinasi masyarakat Kota Magelang. Bahkan, sampai saat ini, capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster sudah lebih dari 80 persen,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, lantaran kasus Covid-19 terus menurun, pemerintah berencana mempercepat penutupan tempat isolasi terpusat (isoter). Saat ini, Kota Magelang tinggal membuka satu isoter, di Hotel Safira.

”Sementara untuk Hotel Borobudur sudah ditutup sejak lama. Nah, yang Hotel Safira ini sambil menunggu kontrak habis, karena kan kita pesannya dua bulan. Walaupun sebenarnya tidak ada pasien yang ada di isoter,” katanya.

Demikian halnya dengan pasien di rumah sakit, saat ini nyaris tidak ada. Bahkan sejak beberapa pekan, Kota Magelang konsisten nihil penambahan kasus baru.

”Sampai dengan 4 April 2022 pukul 16.00 tidak ada penambahan kasus baru. Artinya, kita nihil. Kemudian kasus aktif tersisa 8 orang, dirawat 2 orang, isolasi di rumah 5, isolasi terpusat nol, dirujuk juga nol, pasien luar Jateng 1 orang, meninggal dunia 328 jiwa, dan angka kesembuhan mencapai 7.728,” ujar Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Istikomah.

Ia menjelaskan, dengan makin melandainya kasus, mestinya Kota Magelang bisa mencapai level 1 PPKM. Asalkan kasus aktifnya di bawah 4 kasus per pekan.

”Kota Magelang ini rasio jumlah penduduknya sedikit, sehingga kalau lebih dari 4 kasus per pekan itu sudah pasti level 2. Nah kalau kita mau level 1, angkanya harus di bawah 4,” ujarnya. (wid)