Kota Magelang Kini Punya Satuan Relawan Pemadam Kebakaran

Kota Magelang Kini Punya Satuan Relawan Pemadam Kebakaran
BASAH. Pengkuhan Satlakar GRI Kota Magelang ditandai dengan penyiraman air kepada para anggotanya di Lapangan Kwarasan, Cacaban, Magelang Tengah, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Garda Rescue Indonesia (GRI) Magelang membentuk Satuan Relawan Pemadaman Kebakaran (Satlakar) di Lapangan Kwarasan, Cacaban, Magelang Tengah, Kamis (14/10). Satuan ini terdiri dari 50 personel GRI sebagai pelopor pencegahan kebakaran.

Ketua GRI Kota Magelang, Hery Prawoto mengatakan, sebelum membentuk Satlakar, terlebih dahulu mereka dilatih selama beberapa hari. Mereka pun resmi bertugas sebagai tenaga perbantuan Tim Damkar Kota Magelang, sekaligus mata dan telinga pemadam kebakaran.

”Satlakar kita latih pemadaman kebakaran dasar dan menjadi pelopor di lingkungannya jika terjadi kebakaran. Selain itu, juga membantu jika terjadi kebakaran langsung menghubungi kita, meneruskan ke Tim Damkar, sekaligus melakukan penanganan dini secara tepat dan terarah,” katanya.

Heri menambahkan, Satlakar yang dibentuk tersebut mendapat materi dasar pemadam kebakaran, mulai dari teori dan praktik langsung di lapangan. Termasuk diberi pengetahuan tentang regulasi pemadam kebakaran.

”Praktiknya dilatih menggunakan alat pemadam api ringan (Apar), memadamkan gas bocor yang terbakar, serta melakukan pemadaman dengan menutup saluran oksigen titik perapian,” ucapnya.

Satlakar GRI Kota Magelang resmi dikukukuhkan Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz melalui Staff Ahli Walikota Machbub Yani Arfian. Menurutnya, meski wilayah Kota Magelang hanya 18,53 persegi, namun daerah ini termasuk rawan bencana kebakaran. Hal ini dibuktikan dengan tingginya kepadatan rumah penduduk.

”Pemerintah Kota Magelang senantiasa mendukung GRI yang menciptakan Satlakar ini. Kepadatan penduduk sehingga meningkatkan kerawanan bencana kebakaran, maka mitigasinya harus melibatkan semua pihak,” ujar Machbub.

Ketua Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengaku sangat terbantu adanya Satlakar GRI ini. Diharapkan, tambahan personel yang memiliki kemampuan dasar pemadaman, akan membantu tugas Tim Damkar Kota Magelang.

Artikel Menarik Lainnya :  Catat! Tempat Isoter di Kota Magelang Mulai Ditutup, Kasus Covid-19 Melandai

”Tim Damkar kita beranggotakan sekitar 30 orang, sehingga acapkali kekurangan personel. Adanya bantuan dari para relawan, tentu saja sangat membantu tugas-tugas kami, termasuk menyosialisasikan dan mengedukasi warga terkait penanganan dasar kebakaran,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan Kehormatan GRI Magelang, Marjinugroho yang juga Anggota DPRD Kota Magelang menyebutkan bahwa relawan yang dibentuk tahun 2018 lalu itu, selama ini aktif melakukan aksi kemanusiaan. Penanganan bencana banyak dilakukan di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang.

 

”Saat ini anggotanya sudah mencapai 250 orang mencakup wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. GRI didirikan karena di Kota Magelang selama ini tidak punya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga muncul inisiatif pembentukan GRI,” kata Marjinu.

Ia menuturkan, aksi kemanusiaan GRI juga aktif dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Seperti memberikan bantuan masker kepada warga, menyalurkan sembako kepada para penyintas Covid-19, dan edukasi kepada warga tentang pentingnya 5M dan protokol kesehatan.

”Edukasi dan sosialisasi terus kita berikan. Tidak cukup itu saja, ketika ada bencana terjadi, kita langsung sigap memberikan sumbangan tenaga. Termasuk saat pohon tumbang, waktu ada pemuda yang hilang di sungai, penanganan kebakaran, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (wid)