Kopi Temanggung Sudah Dikenal di Eropa Sejak Abad ke-18

PRODUK UMKM. Sejumlah pelaku UMKM Temanggung menggelar barang produksinya saat pelatihan optimalisasi peran UMKM dalam meningkatkan ekspor nonmigas di Aula Bappeda Kabupaten Temanggung, Kamis (10/3).(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PRODUK UMKM. Sejumlah pelaku UMKM Temanggung menggelar barang produksinya saat pelatihan optimalisasi peran UMKM dalam meningkatkan ekspor nonmigas di Aula Bappeda Kabupaten Temanggung, Kamis (10/3).(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kualitas kopi Temanggung yang mulai dikenal dari tingkat nasional hingga internasional harus mulai digarap serius, sehingga ke depannya bisa diekspor ke luar negeri dengan nama kopi Temanggung bukan kopi dari daerah lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Temanggung M Al Khadziq usai membuka pelatihan optimalisasi peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan ekspor nonmigas di aula Bappeda, Kamis (10/3).

“Kopi Temanggung sudah terkenal baik kualitasnya, disukai orang, laku keras dicari orang sampai-sampai kesulitan memenuhi jumlah produksinya,” kata Bupati.

Menurut Bupati, sejauh ini penjualan kopi Temanggung sudah cukup bagus, sebagian sudah ada yang diekspor baik perseorangan langsung kepada pembeli. Bahkan diekspor dari pintu Jawa Timur, sehingga mereknya menjadi kopi Jawa Timur bukan kopi Temanggung.

“Ke depan kopi Temanggung diekspor ke luar negeri tetap dengan nama kopi Temanggung bukan daerah lainnya, kopi Temanggung terkenal di Eropa sejak abad 18, Java coffee itu ya Temanggung,” terangnya.

Oleh karena itu kata Bupati, saat ini FTA Center Semarang memfasilitasi para pelaku kopi di Temanggung untuk belajar ekspor kopi. Dengan ekspor harga akan semakin bagus dan bersaing dengan pelaku internasional.

“Dengan demikian akan terjadi inovasi di pelaku kopi Temanggung agar menjadi lebih baik, semua lebih berkelas internasional. Jika semua sudah berkelas internasional, kalau penggarapan dan panjualan sudah berkelas internasional hasilnya lebih banyak, pedagang, pelaku hingga petani sejahtera semua,” harapnya.

Bupati menyatakan, Pemkab Temanggung akan mendampingi petani dan pelaku perkopian dengan berbagai langkah untuk menjadikan kopi Temanggung ini sebagai produk unggulan yang diterima secara nasional dan internasional

Ketua FTA Center Semarang Suharnomo mengatakan, selama ini tiga besar barang-barang produksi yang diekspor dari Jawa Tengah yakni tekstil, turunan tekstil dan alas kaki dan kayu. Padahal sebenarnya banyak produk unggulan yang lainnya.

“Kita itu memiliki banyak produk unggulan, kalau Temanggung pasti tembakau dan kopi,” katanya.

Kopi Temanggung sudah mulai mempunyai nama bagus, ke depan bisa benar-benar menjadi Temanggung Kota Kopi sama halnya dengan tembakau.

“Kami dengan Pemkab Temanggung akan memfasilitasi dan memberikan konsultasi sampai ekspor benar-benar dilakukan oleh pelaku kopi dari Temanggung,” katanya.

Bupati menambahkan, pihaknya memiliki kompetensi, mana negara-negara yang tarifnya untuk ekspor impor zero dari perjanjian internasional .

“Kita tahu yang nol, tujuan kemana saja, talas sampai ke Australia, kopi juga tidak kalah bagusnya, sekarang kalau bisa menjadi klaster kopi, tidak bermain secara individu namun brand name Temanggung,” tandasnya.

Salah satu pelaku kopi Ipnu Himawan menuturkan, sejauh ini penjualan kopi sudah cukup bagus, tidak hanya di Jawa Tengah namun juga sudah menyeberang pulau seperti Kalimantan, Sumatera dan sejumlah daerah lainnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas kopi juga sudah dilakukan oleh para petani dan pelaku kopi di Temanggung, untuk saat ini memang butuh fasilitasi untuk penjualan hingga ke luar negeri.

“Kemampuan para pelaku kopi masih sangat terbatas, butuh campur tangan pemerintah untuk bisa menjual produk kopi hingga ke luar negeri,” katanya. (set)